BMKG Minta Warga Sumsel Waspada Potensi Banjir-Tanah Longsor

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 16:38 WIB
Ilustrasi hujan lebat
Foto: Ilustrasi (iStock/Willowpix)
Palembang -

Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badarudin II Palembang memprediksi mulai 17-19 Februari 2020, intensitas hujan di Sumatera Selatan akan meningkat. Masyarakat sekitar diimbau waspada kemungkinan terjadi bencana.

Prediksi bencana terjadi secara regional, seiring aktifnya musim hujan di wilayah Sumsel dengan indikasi masih aktifnya Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat). Angin ini sarat uap air dan melalui wilayah Sumsel dan pada khususnya mengakibatkan peningkatan curah hujan.

"Ada pula potensi hujan disertai petir dan angin yang umumnya terjadi pada siang-sore hari. Sedangkan potensi hujan ringan-sedang akan berlangsung lama (kontinyu) apabila terjadi pada malam-dini hari," kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II, Bambang Beni kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Tidak hanya itu, secara lokal permukaan Sumsel yang umumnya berkarakteristik rawa dan sungai turut menjadi penyuplai uap air. Adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia dan adanya ITCZ (Inter Tropical Convergence Zone) di wilayah Indonesia bagian Selatan menyebabkan adanya belokan dan pertemuan massa udara.

"Hal ini meningkatkan suplai uap air untuk pertumbuhan awan konvektif (awan hujan akibat pemanasan matahari). Sedangkan untuk wilayah Sumsel bagian barat, angin lembah yang terjadi mendapat pasokan uap air dari Samudera Hindia dan Angin Muson yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan akibat ketinggian permukaan," katanya.

Berdasarkan kondisi regional dan lokal, hal ini menyebabkan peningkatan kontinyuitas curah hujan di Sumsel bagian barat, seperti wilayah dataran tinggi yang berdampak potensi terjadinya genangan, banjir, banjir bandang dan longsor di Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, Empat Lawang, Lahat, Muba, Muratara, PALI, dan Muara Enim.

"Selain itu potensi bencana angin kencang, puting beliung dan genangan, banjir dapat terjadi di Pagar Alam, Prabumulih, OKU, OI, Banyuasin, OKI, Kota Palembang, OKU Timur, dan OKU Selatan," imbuh Bambang.

Secara umum kondisi hujan disertai petir dan angin di Sumsel berpotensi meningkat pada tanggal 17-19 Februari 2020 dan berpotensi ekstrim. Hal ini akan menurun pada 19-22 Februari 2020 dan kembali meningkat 22-24 Februari 2020.

Khusus hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi tetap terjadi selama musim hujan dan adanya potensi kabut radiasi pada dini-pagi hari. Kondisi ini berdampak dapat mengurangi jarak pandang.

"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, berhati-hati ketika akan beraktivitas di luar rumah dengan tidak berteduh di bawah pohon. Termasuk menghindari genangan yang berpotensi kemacetan apabila terjadi hujan pada siang-sore hari," sebut Bambang.

Simak Juga Video "Anies Minta Warga Jakarta Siaga Curah Hujan yang Tinggi"

[Gambas:Video 20detik]

(ras/gbr)