Round-Up

Duduk Perkara Mitos Lengsernya Presiden Gegara Kunjungan ke Kediri

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 06:14 WIB
Simpang Lima Gumul Kediri
Foto ilustrasi: Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur (Muh Khaliq Gibran/d'Traveler)
Jakarta -

Mitos menyeruak di era pascamodern ini. Bukan mitos baru, melainkan mitos yang pernah terdengar di tahun-tahun lampau. Sekretaris Kabinet Pramono Anung memantik orang memicarakan mitos itu lagi. Begini duduk perkaranya.

Tanah Kediri, lokasi Kerajaan Daha masa lalu, menyimpan mitos ini. Kerajaan itu memuat legenda Raja Jayabhaya hingga cerita tentang Ken Arok yang memungkasi kerajaan itu. Sebenarnya mitos soal Presiden Republik Indonesia tak berkaitan langsung dengan cerita kerajaan itu.

Mitos itu adalah: siapapun presiden yang berkunjung ke Kediri, maka presiden tersebut niscaya lengser keprabon. Ini bukanlah prediksi berdasarkan algoritma dan statistika rigid, melainkan sekadar mitos saja. Urusannya bukanlah masuk akal atau tidak, tapi percaya atau tidak.

Mitos ini teridentifikasi publik nasional lewat pengalaman sejarah politik. Khususnya, catatan lengsernya Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur lengser, dikatakan orang yang percaya mitos itu, karena pernah mengunjungi Kediri.

Gus Dur tercatat pernah mengunjungi Kediri saat masih menjabat presiden. Gus Dur membuka Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Lirboyo, Kediri, 21 November 1999. Gus Dur lengser pada 2001, sebelum periode masa jabatannya habis.

Mitos juga menyebut Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie (Presiden RI 1998-1999) juga mengunjungi Kediri dan lengser tiga bulan setelahnya. Namun, sebagaimana diketahui, Habibie tidak lengser secara tidak normal, melainkan berakhir dan tidak ikut kontestasi pencapresan 1999.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3