Round-Up

Misteri 'Pembuang' Limbah Radioaktif di Batan Indah

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 20:15 WIB
Pembersihan limbah radioaktif di Komplek Batan (Sachril Agustin-detikcom)
Foto: Pembersihan limbah radioaktif di Komplek Batan (Sachril Agustin-detikcom)

Abdul menjelaskan pengecekan dilakukan untuk melihat bagaimana suatu industri memakai unsur Cs 137. Menurutnya, Cs 137 yang sudah tidak digunakan wajib dilimbahkan ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan.

"Nanti akan kami cek ke teman di Batan. Sumber (Cs 137) ini sudah habis, benar nggak ada di tempat Anda. Kami tahu Cs 137 itu 30 tahun ya. Seperti yang sudah banyak diketahui teman-teman, waktu paruhnya 30 (tahun). Artinya, kekuatannya akan menjadi setengahnya setiap 30 tahun berikutnya," kata dia.

"Kami melihat dari data pengguna, kemudian kami melihat yang masih aktif siapa, yang sudah melimbahkan siapa. Artinya, mungkin akan kami cek juga ke teman-teman Batan," ucap Abdul.

Selain itu, lanjutnya, Bapeten bekerja sama dengan polisi untuk melakukan identifikasi. Identifikasi dilakukan untuk mencari apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

"Dari kepolisian beda lagi. Jadi akan kami combine bersama. Mudah-mudahan investigasi ini akan memperoleh hasil. Kalau memang tadi yang disampaikan ini karena unsur kesengajaan, misalkan, siapa pelakunya itu bisa ketemu," pungkas dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, pihak kepolisian akan menyelidiki hal tersebut.

"Kalau tugas kami iya, pengamanan iya. Ya kita juga pasti akan lidik. Tapi unsur ke sananya (dugaan unsur kesengajaan atau tidak), belum ada lah. Masih terlalu jauh lah," kata Yusri.

Halaman

(zlf/aud)