Jokowi Tak Kunjungi Kediri Gegara Mitos? Ngabalin Bicara Kultur

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 17:27 WIB
Ali Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin (Lisye/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Kabinet Pramono Anung melarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kediri, Jawa Timur, karena suatu mitos, yaitu presiden yang mengunjungi Kediri bakal lengser, seperti Gus Dur. Pihak Istana berbicara mitos merupakan bagian budaya Jawa.

"Suka tidak suka, inilah kultur yang normal di Jawa dan beberapa tempat lain," kata Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Selasa (11/2/2020).

Dia memahami manusia tidak bisa dilepaskan dari kebudayaannya. Masyarakat juga hidup dengan pemahaman atas ruang hidupnya. Pramono Anung sebagai orang yang melarang Jokowi ke Kediri tentu sangat paham kultur Kediri, karena Pramono memang lahir di kota itu.

"Mas Pram harus diberi apresiasi sebagai pembantu Presiden yang baik. Kalau itu (mitos soal kunjungan presiden ke Kediri) menjadi keyakinan banyak orang, itu punya kekuatan," ujar Ngabalin. Dia menilai Presiden Jokowi membutuhkan orang loyal seperti Pramono.

Meski begitu, Ngabalin memahami keterangan Pramono soal dirinya melarang Jokowi karena mitos itu juga tidak bisa dilepaskan dari konteks acara. Saat itu, Pramono menanggapi pemuka agama di pondok pesantren yang berbicara sebelumnya. Maka ada unsur sopan santun yang terkandung dalam keterangan Pramono.

"Pak Pram menanggapi pidato Pak Kiai. Kalau Pak Kiai tidak berpidato begitu, Pak Pram juga tidak menyampaikan seperti itu," kata Ngabalin.

Simak juga video Jokowi Lepas Elang Jawa Abu dan Rossy di Kawasan Merapi:

Selanjutnya
Halaman
1 2