Soal Dugaan Maladministrasi di Kasus PSK, Andre: Apa Salah Teruskan Aspirasi?

Jeka Kampai - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 19:12 WIB
Politikus Gerindra Andre Rosiade (Jeka Kampai/detikcom)
Politikus Gerindra Andre Rosiade (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Ombudsman RI menduga ada maladministrasi pada peristiwa penangkapan pekerja seks komersial (PSK) online yang dilakukan Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar berkat laporan politikus Gerindra, Andre Rosiade. Terkait dugaan itu, Andre balik bertanya kepada Ombudsman.

"Apakah Ombudsman menginginkan anggota DPR itu duduk dan diam ketika masyarakat melapor? Maladmnistrasi saya apa? Apa anggota DPR RI salah meneruskan aspirasi masyarakat?" kata Andre kepada wartawan saat menghadiri rangkaian peringatan HUT Partai Gerindra ke-12 di Padang, Sabtu (15/2/2020).

Andre melihat kondisi prostitusi di Padang sudah mengkhawatirkan. Bahkan ada anak-anak yang dilibatkan.

"Suruh Ombudsman datang ke Padang atau (Ombudsman) Perwakilan Sumbar buka kacamatanya. Jangan diam saja. Prostitusi sudah sedemikian mengkhawatirkan. Tanggal 3 Februari, ada anak yang ditangkap orang tuanya dalam prostitusi online. Beberapa hari lalu juga ada anak di bawah umur di Pariaman. Jadi sudah mengkhawatirkan," ujar Andre.

Dia menegaskan penangkapan perempuan berinisial NN dilakukan berdasarkan laporan polisi model A, yakni laporan yang dibuat berdasarkan temuan polisi sendiri.

"Sekali lagi saya tegaskan, yang melakukan penangkapan itu pihak kepolisian. Yang membuat laporan resmi ke Polda Sumbar itu polisi dengan form A," tambah dia.

Anggota Komisi VI DPR RI itu menanggapi santai berbagai laporan terkait aksinya yang membongkar adanya praktik prostitusi online di tanah kelahirannya. Menurutnya, laporan-laporan terkait dirinya adalah bagian dari risiko perjuangan.

Simak Video "Ombudsman Dalami Dugaan Maladiministrasi Andre di Kasus PSK Padang"

Selanjutnya
Halaman
1 2