Ketua MPR Puji Pidato Puan Maharani Terkait Revolusi Industri 5.0

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 16:40 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memuji pidato Ketua DPR RI Puan Maharani saat menerima Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan atau Doktor Honouris Causa dari Universitas Diponegoro. Pidato tersebut mengangkat tentang Konsep industri atau society 5.0 yang telah berada di depan mata meninggalkan revolusi industri 4.0.

"Puan Maharani adalah satu dari sedikit perempuan Indonesia yang berani mendobrak stigma bahwa perempuan Indonesia tak memiliki kualitas untuk tampil dalam kehidupan politik kebangsaan. Sebagaimana juga sudah ditunjukan Ibunya, Megawati Soekarnoputri, dan neneknya Fatmawati. Mereka adalah perempuan yang luar biasa, yang sudah menyinari Indonesia," ujar Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Sabtu(15/2/2020).

Saat menghadiri acara Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan, pada Jumat (14/2/2020) itu, Bamsoet menilai Revolusi Industri 4.0 walaupun sudah hampir berjalan selama sembilan tahun, perkembangannya di Indonesia sangat lambat. Baru sedikit instansi-instansi yang melek akan perubahan sosial ini, sehingga diperlukan dobrakan lanjutan dengan dihadirkannya Konsep Industri atau Society 5.0.

"Indonesia memiliki PR besar dalam merespons revolusi industri atau society 5.0, di mana peran pemerintah sangat besar. Baik dalam segi pendidikan, maupun dari sisi kemampuan aparatur pemerintah dan para pengusahanya dalam menghadapi perubahan sosial ini. Apalagi Indonesia mempunyai visi Indonesia Emas pada tahun 2045, yang harus mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelasaikan masalah-masalah kebangsaan seperti korupsi dan kemiskinan," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga menerangkan, bahwa kemanusiaan, kemajuan teknokogi, dan kebudayaan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan bagi masyarakat Indonesia. Tiga kekuatan itu akan menjadi modal besar bagi Indonesia menjemput seratus tahun kemerdekaan pada 2045.

"Fokus Presiden Joko Widodo yang pada periode kedua ini fokus kepada pembangunan sumber daya manusia, sejalan dengan visi DPR RI maupun MPR RI. DPR RI kini dipimpin Puan yang sebelumnya adalah Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, akan sangat membantu Presiden Joko Widodo mengimplementasikan visi pembangunan SDM. Begitupun dengan MPR RI yang sejak dahulu menggaungkan Empat Pilar MPR RI, yang notabene merupakan warisan (alm) Taufik Kiemas ayahanda Puan," tandas Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan, hadirnya Generasi Z saat ini harus menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Penerapan pendidikan berbasis teknologi digital menjadi keniscayaan, tetapi tetap dengan mengikuti budaya dan adat istiadat bangsa Indonesia lanjutnya.

"Pengoptimalan tiga pusat pendidikan, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat tetap dilakukan. Ketiga faktor tersebut harus saling mendukung dan menguatkan. Penanaman nilai-nilai budaya, nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila juga harus terus ditanamkan kepada para generasi milenial dan gen Z," tegas Bamsoet.

Ia juga mengingatkan bahwa, pembangunan pendidikan dan kebudayaan akan berjalan optimal apabila terwujudnya sinergi dan peran aktif antara pemerintah, pemerintah daerah, dan segenap pemangku kepentingan.

"Seluruh stake holder harus mau terlibat aktif dalam pembangunan manusia yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan, dan kecakapan yang tinggi. Sehingga, cita-cita kita bersama dalam menciptakan SDM yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman akan mudah dicapai," pungkas Bamsoet.

(akn/ega)