Round-Up

Peran Taufik 'Raja Backhand' Terbongkar di Dakwaan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 08:48 WIB
Eks pebulutangkis nasional Taufik Hidayat menjalani pemeriksaan di KPK. Usai diperiksa Taufik nampak tersenyum cerah saat bertemu awak media.
Potret Taufik Hidayat usai menjalani pemeriksaan di KPK beberapa waktu lalu (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Seperti diketahui Imam didakwa menerima suap dengan total Rp 11,5 miliar berkaitan dengan persetujuan dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Tak hanya itu, Imam juga diyakini jaksa menerima gratifikasi senilai kurang lebih Rp 8,6 miliar.

Jaksa meyakini sebagian gratifikasi yang diterima Imam terkait Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Sedangkan Taufik diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Satlak Prima.

Dalam surat dakwaan KPK disebutkan awalnya ada komunikasi antara Tommy Suhartanto, Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima; dan Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok. Ucok merupakan Manajer Pencairan Anggaran Program Satlak Prima ex officio selaku PPK Program Satlak Prima yang memiliki kewenangan mengelola keuangan Satlak Prima.

Peran Taufik 'Raja Backhand' Terbongkar di DakwaanImam Nahrawi (Foto: Ari Saputra/detikcom)

"Sekitar bulan Januari 2018, Tommy Suhartanto menyampaikan kepada Edward Pandjaitan alias Ucok bahwa ada permintaan uang dari terdakwa (Imam Nahrawi) kepada Tommy Suhartanto," demikian tertulis dalam surat dakwaan itu.

"Kemudian Tommy Suhartanto meminta Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok menyiapkan uang sebesar Rp 1 miliar untuk diserahkan kepada terdakwa melalui Miftahul Ulum," imbuh jaksa.

Pada Agustus 2018, jaksa mengatakan Tommy meminta Reiki Mamesah, selaku Asisten Direktur Keuangan Satlak Prima, mengambil uang Rp 1 miliar yang berasal dari anggaran Program Satlak Prima kepada Ucok. Setelah itu, Reiki menyerahkan uang tersebut kepada Taufik Hidayat.

"Selanjutnya, Reiki Mamesah menyerahkan uang tersebut kepada Taufik Hidayat di rumah Taufik Hidayat di Jalan Wijaya 3 No 16 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kemudian uang sejumlah Rp 1 miliar tersebut diberikan oleh Taufik Hidayat kepada terdakwa (Imam Nahrawi) melalui Miftahul Ulum di rumah Taufik Hidayat," papar jaksa.

Halaman

(dhn/dnu)