Round-Up

Geger Klinik Aborsi Buang Nyaris Seribu Bakal Bayi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 06:41 WIB
Polisi membongkar praktik ilegal aborsi di klinik bernama Paseban di Jakarta Pusat. Klinik tersebut disebut telah mengaborsi 903 janin selama dua tahun.
Foto: Klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban, Senen, Jakpus (Lamhot Aritonang/detikcom)

Dari hasil penyelidikan, terang Yusri, klinik ini menyediakan jasa aborsi dengan tarif bervariasi mulai dari Rp 1 hingga 15 juta. Contohnya, biaya menggugurkan janin berusia satu bulan Rp 1 juta, janin dua bulan Rp 2 juta dan untuk yang berusia tiga bulan Rp 3 juta.

"Di atas itu Rp 4 juta sampai 15 juta," ucap Yusri.

Selain peralatan medis, buku catatan pasien dan sejumlah obat-obatan yang disita sebagai barang bukti, polisi turut mengamankan dua janin berusia 6 bulan yang sudah diaborsi. Namun Yusri tak menyebutkan secara rinci di bagian rumah mana kedua janin itu ditemukan.

"Terakhir barang bukti kami temukan janin umur 6 bulan, dua orang, janin kita temukan saat itu," imbuh Yusri.

Geger Klinik Aborsi Buang Nyaris Seribu Bakal BayiFoto: Sejumlah barang bukti kasus aborsi di klinik ilegal di Senen, Jakarta Pusat. (Alfons-detikcom)


Masih kata Yusri, saat ini penyidik sedang mendalami ke mana ratusan janin itu dibuang oleh ketiga tersangka. Namun berkaca dari kasus-kasus serupa sebelumnya, pelaku aborsi kerap mengubur hasil kejahatannya di dalam septic tank.

"Kalau (kasus klinik aborsi, red) biasanya kami temukan adalah di septic tank. Kami masih dalami yang bersangkutan. Modus-modus biasanya yang kami ungkap selama ini ditaruh di septic tank ya. Kami masih dalami karena belum mau bicara sampai ke sana," tutur mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar) ini.


Untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya, polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis, yakni UU kesehatan UU Nomor 36 tahun 2009, UU tentang Tenaga Kesehatan UU Nomor 36 tahun 2014 dan UU RI Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

"Ancaman 5 tahun setiap ini, dan UU tentang kesehatan pidana 10 tahun kesehatan," tegas Yusri.

Pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari Komnas Perlindungan Anak (PA) Komnas PA bahkan meminta pelaku juga dikenai pasal UU Perlindungan Anak.

"Saya juga titipkan UU Perlindungan Anak bisa dikenakan, karena sejak di kandungan sekalipun anak-anak punya hak untuk hidup. Ini aborsi menghilangkan secara paksa hak hidup seseorang," ucap Arist yang juga hadir di lokasi klinik aborsi ilegal tersebut.

Halaman

(aud/dnu)