Round-Up

Gaya Anies Hindari Polemik Manipulasi Surat TACB

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 21:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Arief Ikhsanudin)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Arief Ikhsanudin)
Jakarta -

Surat Gubernur DKI Anies Baswedan ke Mensesneg Pratikno soal tindak lanjut penyelenggaraan Formula E di Monas memantik polemik. Surat itu dipersoalkan lantaran diduga ada manipulasi izin Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Berdasarkan surat yang diterima detikcom, Selasa (11/2), surat nomor 61/-1.857.23 tersebut ditandatangani oleh Anies pada 11 Februari 2020. Dalam surat itu, Anies mengatakan telah mendapat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta.

"Dalam rangka menjaga fungsi, kelestarian lingkungan dan cagar budaya di Kawasan Medan Merdeka dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperoleh rekomendasi TIM Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta yang dituangkan dalam surat Kepala Dinas Kebudayaan tanggal 20 Januari 2020 nomor 93/-1.853.15 tentang penyelenggaraan Formula E 2020," tulis Anies dalam suratnya.

Anies juga berjanji menaati aturan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. "Sesuai dengan empat butir hal yang perlu diperhatikan sebagaimana dimuat sebagaimana surat persetujuan (dari Mensesneg) tersebut," kata Anies.

Namun pihak TACB membantah telah mengeluarkan rekomendasi tersebut. Ketua TACB DKI Jakarta Mundardjito mengaku tak merekomendasikan pergelaran Formula E di kawasan Monas. Hal ini berbeda dengan surat dari Anies kepada Mensetneg Pratikno.

"Saya nggak tahu, kita nggak bikin, saya ketuanya kan," ucap Mundardjito saat dihubungi, Rabu (12/2).

Imbas polemik tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi kemudian menyambangi kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Prasetio mengadukan perihal dugaan manipulasi surat rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta soal Formula E di Monas.

"Kami sebagai Ketua Dewan dan fraksi kami melihat ada manipulasi lagi seakan-akan Kepala TACB Pak Mundardjito ini mengiyakan, padahal ini belum ada konfirmasi antara Gubernur dengan dia. Nah, ini kan saya bertanya ke Pak Sesneg kenapa diperbolehkan," kata Prasetio di Kantor Kemensetneg, Jakarta Pusat, Kamis (13/2).

Prasetio mengaku kecewa dengan manipulasi surat rekomendasi tersebut. Dia pun menilai Anies telah melakukan pembohongan publik.

"Saya sebagai Ketua DPRD merasa kecewa dan saya ini adalah pembohongan publik," ujarnya.

Selain Prasetio, sorotan juga datang dari berbagai fraksi di DPRD Jakarta. Anies disebut telah kecolongan lagi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3