Harun Masiku Belum Tertangkap, KPK Mulai Intai Orang-orang Terdekat

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 21:04 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)

Alex mengatakan KPK tidak menutup kemungkinan melakukan penyadapan terhadap pihak-pihak yang dinilai memiliki informasi signifikan terkait keberadaan Harun Masiku. Namun, menurut Alex, proses tersebut merupakan ranah penyidik.

"Apakah kami akan menyadap dan sebagai, itu nanti menjadi lahan penyidik untuk melakukan itu," sebut Alex.

Harun Masiku sudah menjadi buron KPK. Keberadaan Harun belum ditemukan hingga kini. Berbagai upaya dilakukan KPK untuk menangkap Harun, salah satunya meminta bantuan Polri.

Ketua KPK Firli Bahuri juga meminta Harun Masiku menyerahkan diri. Firli mengatakan apa pun upaya Harun untuk bersembunyi akan dicari dan ditangkap.

"Lebih khusus lagi kepada tersangka (Harun Masiku) supaya segera menyerahkan diri, karena (sampai) kapan pun dia (bersembunyi) akan kita cari dan akan kita tangkap," kata Firli di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (23/1).

Dalam kasus suap PAW anggota DPR ini, KPK menetapkan empat tersangka, yaitu Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful, dan Harun Masiku. KPK menjerat Saeful dan Harun sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya.

KPK menduga Harun memberikan suap kepada Wahyu yang saat itu menjabat sebagai Komisione KPK terkait PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas. Nama Harun disebut didorong DPP PDIP untuk menggantikan Nazarudin. Padahal, bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Halaman

(ibh/knv)