Punya 65 Ribu Warga Miskin, Bansos di Semarang Naik Jadi Rp 74,4 M

Must - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 19:12 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Sinergi dan kerja bersama Pemerintah Pusat melalui Kemensos RI dengan Pemkot Semarang dinilai Wali Kota Hendrar Prihadi sebagai kunci keberhasilan di dalam menurunkan angka kemiskinan di ibu kota Jawa Tengah.

Saat mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari Batubara dalam kunjungan kerjanya di Kota Semarang, Wali Kota yang disapa Hendi ini menyebutkan meski angka kemiskinan di Kota Semarang semakin menurun dari 4,15% menjadi 3,98% namun jumlahnya masih sekitar 65.000. Untuk itulah bantuan sosial Sembako yang semula sebesar Rp. 110.000 kini ditingkatkan menjadi Rp. 150.000 atau jumlahnya sebesar 74,4 milyar dalam 1 tahun.

"Ini merupakan PR bersama. Untuk itu, kami berterima kasih karena Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial memberikan bantuan kepada 41.328 keluarga dalam bentuk BPNT, KUBE, E-Warong yang harapannya dapat semakin mengurangi angka kemiskinan," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2/2020).

Menurutnya yang dimaksud miskin adalah orang yang tidak memiliki penghasilan sehari-hari dan tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Untuk itu, pihaknya mengupayakan warga usia produktif dan masuk ke dalam kategori prasejahtera didorong untuk mandiri melalui kegiatan kewirausahaan. Sedangkan masyarakat lansia didorong untuk melakukan kegiatan charity seperti rehab rumah, PKH, baksos dan lain-lain.

"Konsepnya BPNT diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara langsung. Para Keluarga Penerima Manfaat dapat menggunakan KKS untuk membeli sejumlah bahan pangan, seperti beras, minyak, sayur, telur, dan ayam di E-warong atau elektronik warung gotong royong," terang Hendi lagi.

Sementara itu, Menteri Sosial Juliari Batubara berharap program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini dapat semakin mengurangi angka kemiskinan di Kota Semarang yang berkontribusi juga terhadap jumlah kemiskinan nasional.

"Alhamdulillah tahun ini jumlah bantuan yang diterima meningkat dari 110 ribu menjadi 150 ribu agar dapat menambah bahan makanan seperti sayur dan lauk seperti ayam. Harapannya peningkatan program bantuan sosial Sembako ini juga dapat membantu pemerintah dalam penurunan angka stunting khususnya bagi ibu hamil dan anak usia dini melalui cakupan gizi yang lebih baik," ujar Juliari.

Bertempat di E Warung Kube Mandiri Jaya, Pusponjolo Selatan, Kecamatan Semarang Barat, Juliari didampingi Hendi menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 41.328 Keluarga di Kota Semarang.

Sebagai informasi dalam pengentasan kemiskinan, Pemerintah Kota Semarang melakukan berbagai upaya konkret, seperti Posyandu saat bayi dalam kandungan, kemudahan ambulans dan persalinan gratis melalui UHC, pendidikan berjenjang gratis mulai dari TK, SD, SMP dan tahun 2020 ini sejumlah sekolah swasta juga secara bertahap digratiskan.

Bagi masyarakat yang tergolong angkatan kerja, Pemerintah Kota Semarang memfasilitasi melalui Kredit Wibawa (Kredit Wirausaha Bangkit Jadi Jawara), pendampingan, hingga pemasaran melalui Semarang Creative Gallery. Sementara di usia lansia tercover lewat UHC, ada bedah rumah, ambulance jenazah gratis hingga santunan kematian.

Tonton juga Kisah Menyentuh Sopir Angkot yang Narik Sambil Bawa Bayi :

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)