Kasus Suap Eks Bupati Bengkayang, Pengusaha Nelly Dituntut 2,5 Tahun Bui

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 14:49 WIB
Tersangka kasus suap proyek pekerjaan di Pemkab Bengkayang tahun 2019, Nelly Margaretha usai jalani pemeriksaan lanjutan di KPK.
Foto: Nelly Margaretha (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengusaha Nelly Margaretha dituntut 2 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 100 juta subsider 3 bulan. Nelly diyakini jaksa bersalah memberikan uang ke Suryadman Gidot saat menjabat Bupati Bengkayang.

"Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Nelly Margaretha terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa KPK saat membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Nelly memberikan uang tersebut agar bisa mendapatkan proyek di Dinas PUPR Pemkab Bengkayang. Nelly disebut jaksa memberikan uang Rp 60 juta ke Suryadman melalui Aleksius selaku Kadis PUPR Kabupaten Bengkayang.

Kasus ini bermula, Suryadman mengadakan rapat bersama Aleksius, Sekda Kabupaten Bengkayang Obaja, Kepala BKD Kabupaten Bengkayang Grardus, Kadis Pendidikan Kabupaten Bengkayang Agustinus Yan dan Kabid Anggaran BPKAD Kabupaten Bengkayang. Rapat tersebut membahas APBD-P Tahun 2019 dan APBD murni Kabupaten Bengkayang Tahun 2020.

Setelah rapat itu, jaksa mengatakan Suryadman meminta Aleksius dan Agustinus untuk menyiapkan uang Rp 500 juta dari fee pengadaan paket pekerjaan. Uang itu akan digunakan untuk mengurus bantuan keuangan di BPKAD yang ditangani Polda Kalimantan Barat.

"Selain itu Suryadman Gidot juga menyampaikan bahwa Dinas PUPR akan mendapatkan tambahan anggaran Rp 7,5 miliar dan Dinas Pendidikan akan mendapatkan tambahan anggar Rp 6 miliar untuk disahkan DPRD Bengkayang, yang nantinya dipecah menjadi beberapa paket pekerjaan PL (penunjukan langsung) sehingga dapat dikumpulkan fee dari kontraktor atau pengusaha yang mengerjakannya," jelas jaksa.

Selanjutnya
Halaman
1 2