Duduk Perkara Isu Manipulasi di Surat Anies soal Rekomendasi TACB

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 11:32 WIB
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi adukan Dugaan Manipulasi Izin TACB untuk Formula E ke Kemensetneg
Foto: Surat Anies terkait rekomendasi TACB (Marlinda Oktavia/detikcom)

Disbud DKI Akui Tak Libatkan TACB untuk Formula E

Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta juga mengakui tak melibatkan TACB Provinsi DKI Jakarta untuk penyelenggaraan Formula E. Disebutkan, yang berwenang mengeluarkan rekomendasi ialah Tim Sidang Pemugaran (TSP).

"Eh Pak Mundarjito (Ketua TACB DKI Jakarta) itu memang tidak berwenang mengeluarkan rekomendasi. Yang berwenang itu TSP (Tim Sidang Pemugaran). Jadi blast aja ke TSP. Pak Mundarjito ya memang nggak tahu," ucap Kepala Dinas Kebudayaan, Iwan Henry Wardhana, kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (13/2).

Soal poin rekomendasi TACB yang tertuang dalam surat Anies ke Pratikno, Iwan mengatakan pihaknya tak salah. Baginya, rekomendasi berasal dari Dinas Kebudayaan.

"TSP dan TACB kan di tempat kami, nggak salah. Lo baca lagi deh surat rekomendasi Dinas Kebudayaan. Suratnya nggak nyebut TACB atau TSP. Yang jelas TACB dan TSP itu kewenangan kami. Tapi rekomendasi dari salah satunya ya nggak salah," ucap Iwan.

Surat Berbuah Pengaduan

Polemik terkait surat Anies itu berbuah pengaduan. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengadukan Anies ke Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg) atas dugaan manipulasi surat rekomendasi TACB DKI Jakarta soal Formula E di Monas.

"Kami sebagai Ketua Dewan dan fraksi kami melihat ada manipulasi lagi seakan-akan Kepala TACB Pak Mundardjito ini mengiyakan, padahal ini belum ada konfirmasi antara Gubernur dengan dia. Nah, ini kan saya bertanya ke Pak Sesneg kenapa diperbolehkan," kata Prasetio di Kantor Kemensetneg, Jakarta Pusat, Kamis (13/2).

Prasetio mengaku kecewa dengan manipulasi surat rekomendasi tersebut. Dia pun menilai Anies telah melakukan pembohongan publik.

"Saya sebagai Ketua DPRD merasa kecewa dan saya ini adalah pembohongan publik," ujarnya.

Prasetio menyatakan akan memanggil Anies. Prasetio akan mengklarifikasi perihal dugaan manipulasi surat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) soal Formula E di Monas.

"Saya akan memanggil (Anies). Hari ini saya masih punya palu, lho. Kalau dia kan punya uang, saya punya palu. Kalau palu ini nggak saya ketokin, nggak terjadi apa-apa. Kalau dia keras, saya keras," kata Prasetio.

Prasetio menegaskan, dirinya tak keberatan Formula E digelar di Jakarta. Namun, menurutnya, masih banyak lokasi yang lebih tepat digunakan sebagai sirkuit Formula E.

Tonton video Bocoran Agenda Wisata Jakarta di 2020:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3