Mesin Waktu

Permintaan Maaf PM Australia atas Perampasan Anak Aborigin

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 21:30 WIB
Ilustrasi anak suku Aborigin, Australia (dok. ABC)
Foto: Ilustrasi anak suku Aborigin, Australia (dok. ABC)
Jakarta -

Tepat pada tanggal ini, 12 tahun lalu Perdana Menteri Australia Kevin Rudd meminta maaf pada penduduk asli benua Australia, suku Aborigin atas kebijakan memisahkan anak-anak Aborigin dari keluarganya. Anak-anak ini kemudian disebut generasi-generasi yang terampas.

PM Rudd memberikan pidato permintaan maafnya itu di Gedung Parlemen Australia. Dihadiri sejumlah mantan perdana menteri, ratusan anggota parlemen, dan perwakilan dari masyarakat adat. Mengawali pidatonya, Rudd mengakui perlakuan pada generasi yang terampas merupakan sebuah noda dalam sejarah Australia.

"Saatnya telah tiba bagi bangsa ini untuk membuka halaman baru dalam sejarah Australia dengan meluruskan kesalahan masa lalu dan bergerak maju dengan percaya diri ke masa depan," ujar Rudd seperti yang dikutip The Sydney Morning Herald.

"Kami meminta maaf atas Undang-undang dan kebijakan yang dikeluarkan parlemen dan pemerintah yang menyebabkan kesedihan, penderitaan, dan kerugian mendalam pada sesama warga Australia."

Politisi dari Partai Buruh ini juga mengucapkan permohonan maaf karena telah terjadi pemisahan anak-anak Aborigin dan Pulau Selat Torres dari keluarga, komunitas, dan wilayah mereka. "Atas rasa sakit, penderitaan, dan luka dari generasi yang terampas ini kami memohon maaf," kata Rudd.

Selanjutnya
Halaman
1 2