Round-Up

Omnibus Law Cipta Kerja Ganti Nama Gegara Dipelesetkan Cilaka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 09:13 WIB
Pemerintah serahkan draf Omnibus Law Cipta Kerja ke DPR (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Foto: Pemerintah serahkan draf Omnibus Law Cipta Kerja ke DPR (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah dan pimpinan DPR RI sepakat untuk mengganti nama omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja menjadi RUU Cipta Kerja. Pergantian nama draf itu dikarenakan nama sebelumnya sering diplesetkan atau disingkat dengan sebutan yang tidak enak didengar yaitu 'Cilaka'.

Pernyataan pergantian nama RUU itu mulanya disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menerima perwakilan dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang sudah menggelar aksi sejak pagi hari. Audiensi itu berlangsung terbuka di ruang rapat Komisi IX, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. Dalam rapat itu para buruh menyampaikan segala unek-uneknya tentang RUU ini.

Kemudian dalam kesempatan ini juga Sri mengingatkan kepada buruh kalau nama RUU tersebut berubah menjadi cipta kerja. Dengan alasan, menurut Sri, agar lebih mudah untuk disingkat dan enak didengar dibandingkan disingkat menjadi Cilaka.

"Sekarang intinya diubah, bukan Cipta Lapangan Kerja, sekarang diganti dengan Cipta Kerja. Bukan tidak ada lapangan kerjanya, tapi bapak ibu sekalian nantinya disingkat cilaka malah lebih nggak bagus. Makanya lapangannya dihapus, diganti dengan cipta kerja," tutur Srimul dalam pertemuan itu, Rabu (12/2).


Perubahan nama itu juga kembali ditekankan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga menyebut RUU itu berganti nama dengan alasan agar tidak menjadi bahan guyonan atau plesetan masyarakat.

"Bahwa judulnya adalah (RUU) Cipta Kerja, singkatannya Ciptaker. Jadi tadi arahan Ibu Ketua DPR jangan dipleset-plesetin," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2).

Simak Video "Mahfud Pastikan Publik Berhak Tahu Isi Draf Omnibus Law"

Selanjutnya
Halaman
1 2