Round-Up

Jokowi Pakai Istilah ISIS Eks WNI

Round-Up - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 20:07 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Andhika/detikcom)
Presiden Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)

Namun untuk anak-anak di bawah 10 tahun atau yatim-piatu, Jokowi membuka peluang bagi mereka untuk dipulangkan. Anak-anak boleh pulang dengan syarat diidentifikasi dan diverifikasi.

"Memang dari identifikasi verifikasi ini kan kelihatan kita memang masih membuka peluang untuk yang yatim-piatu, yang ada berada di posisi anak-anak di bawah 10 tahun. Tapi kita belum tahu apa ada atau tidak ada. Saya kira pemerintah tegas soal hal ini," kata Jokowi.

Apakah eks WNI itu sudah punya kewarganegaraan baru setelah kewarganegaraan Indonesia mereka lepas? Belum ada kepastian lebih lanjut yang disampaikan Jokowi.

Indonesia mempunyai UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Dalam bagian Penjelasan atas UU Nomor 12 Tahun 2006 memang disebutkan, "Undang-undang ini pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). "

Bila WNI yang pernah bergabung bersama ISIS itu kini sudah disebut Presiden Jokowi sebagai eks WNI, maka kemungkinan mereka sudah punya kewarganegaraan baru, karena Indonesia tidak bisa menghilangkan kewarganegaraan seorang rakyatnya apabila risikonya adalah seorang warga yang bersangkutan menjadi 'stateless'. Namun ada pula kemungkinan mereka benar-benar stateless. Belum ada keterangan pasti soal hal ini.

Yang jelas, Indonesia tidak pernah mengakui ISIS sebagai sebuah negara. ISIS kini sudah kalah digempur pasukan negara-negara betulan, seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, Suriah, ataupun elemen non-negara.