Eks Dirut Perum Perindo Didakwa Terima Suap Rp 410 Juta

Faiq Hidayat - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 16:14 WIB
Eks Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Risyanto Suanda meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Senin (20/1/2020) usai diperiksa penyidik. KPK menyatakan agenda pemeriksaan yakni finalisasi penyidikan tahap 2 dan siap dibawa ke pengadilan korupsi. Sebelumnya, Risyanto ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama pengusaha Mujib Mustofa usai terciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT), beberapa waktu lalu. Mujib menyuap Risyanto USD 30.000 untuk mendapatkan kuota impor ikan dari Perum Perindo. Saat ini, Mujib sedang menjalani sidang di pengadilan korupsi.
Eks Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Risyanto Suanda (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Eks Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Dirut Perum Perindo) Risyanto Suanda didakwa menerima uang USD 30 ribu (setara Rp 410 juta) dari pengusaha Mujib Mustofa. Uang tersebut terkait penunjukan Mujib untuk memanfaatkan persetujuan impor hasil perikanan.

"Terdakwa mengetahui atau patut menduga bahwa pemberian uang tersebut sebagai akibat atau disebabkan karena terdakwa menyetujui Mujib Mustofa untuk memanfaatkan persetujuan impor hasil perikanan berupa frozen pacific mackarel atau scomber japonicus milik Perum Perikanan Indonesia," kata jaksa KPK M Nur Azis saat membacakan surat dakwaan tersebut dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Mujib menjabat sebagai Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS) yang bergerak di bidang ekspor-impor dan perdagangan. Mujib juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Lintang Kemukus Logistics yang bergerak di bidang ekspedisi muatan muatan kapal laut.

Selain itu, ada lagi 2 jabatan lain Mujib yaitu Komisaris CV Dua Putra di bidang freight forwarding dan importasi ikan serta Komisaris pada PT Dimas Reiza Perwira yang bergerak di bidang pabrik pengolahan ikan.

Jaksa mengatakan kasus ini bermula saat Mujib bertemu Risyanto membahas peluang usaha kerja sama izin impor perikanan berupa frozen Pacific mackarel atau Scomber japonicus. Selanjutnya, Perum Perindo mengajukan permohonan rekomendasi impor hasil perikanan provinsi DKI (RPHP) berupa frozen Pacific mackarel atau Scomber japonicus ke Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Simak Video "Praperadilan Kasus PAW DPR, MAKI Minta KPK Hadirkan Kompol Rosa"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3