4 Kumbang Spesies Baru Ditemukan di Maluku Utara, Ini Penampakannya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 11:17 WIB
Nelayan dan pengecer BBM di Pulau Madapolo, Halmahera Selatan. (Danu Damarjati/detikcom)
Foto: Foto tidak berkaitan langsung dengan berita --Halmahera Selatan. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Empat spesies baru kumbang Chafer (Coleoptera Scarabaeidae) ditemukan di Maluku Utara oleh peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kumbang ini dinamai dengan mengadopsi tempat penemuannya.

Kumbang dari genus Epholcis ini ditemukan di Maluku oleh peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, yakni Raden Pramesa Narakusumo bersama Michael Balke dari Zoologische Staatssammlung M√ľnchen, Jerman.

"Dari bukti ini terlihat kesenjangan utama spesies Epholcis di wilayah Papua karena belum pernah ada laporan sebelumnya. Kemungkinan karena pendeskripsian beberapa spesies Epholcis sebagai Maechidius masih kurang seksama, adanya kemiripan kedua kumbang tersebut dan kurangnya pengumpulan spesimen," ujar Pramesa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/2/2020).

4 Kumbang Spesies Baru Ditemukan di Maluku Utara, Ini PenampakannyaFoto: Empat spesies baru kumbang ditemukan di Maluku Utara (Dok. LIPI)

Pramesa menjelaskan, keempat spesies baru tersebut adalah Epholcis acutus, Epholcis arcuatus, Epholcis cakalele, dan Epholcis obiensis. Selanjutnya satu lectotipe yaitu Maechidius moluccanus Moser, dipertelakan kembali dan dipindahkan (synonymy) ke marga Epholcis sebagai Epholcis moluccanus (Moser).

Untuk diketahui, hingga saat ini tercatat sepuluh spesies Epholcis yang berhasil ditemukan. Enam diantaranya teridentifikasi tahun 1957 oleh Britton di New Queensland dan New South Wales, Australia.

Sedangkan empat spesies baru yang ditemukan ini merupakan catatan baru di wilayah Indonesia dan berasal dari Kepulauan Maluku Utara yaitu, Halmahera, Obi, dan Kepulauan Ternate.

Pramesa menjelaskan, kumbang Epholcis merupakan serangga malam (nocturnal) yang memakan daun pohon
Eucalyptus di Australia dan juga bunga cengkeh (Syzigium sp.). "Sedangkan di Maluku, keduanya memakan tumbuhan dari familia Myrtaceae," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2