Kepala BPIP Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Golkar: Pikiran Sesat

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 10:43 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily
Ace Hasan (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta -

Fraksi Golkar DPR RI angkat bicara terkait pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi soal agama menjadi musuh terbesar Pancasila. Golkar menilai pernyataan itu anggapan yang sesat.

"Pernyataan Kepala BPIP yang menyebut agama sebagai musuh terbesar Pancasila menurut saya sesat pikir," kata anggota DPR RI Fraksi Golkar Ace Hasan kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Menurut Ace, perspektif Yudian justru salah jika menempatkan agama berhadapan dengan Pancasila. Ace menilai Pancasila harus dijadikan sumber utama nilai luhur dari tiap agama.

"Justru menempatkan agama dalam perspektif yang berhadap-hadapan dengan Pancasila merupakan kesalahan dan tidak pada tempatnya," ujarnya.

"Pancasila sebagai nilai-nilai kebangsaan kita, dalam pandangan saya justru salah satu sumber utamanya berasal dari nilai-nilai luhur yang dimiliki agama itu sendiri, apa pun itu agamanya," lanjut Ace.

Ace meminta Yudian meluruskan pernyataan itu. Sebab, menurutnya, akan menimbulkan kesalahan tafsir dalam konteks agama dan Pancasila.

"Dia menempatkan agama dalam pengertian yang sempit dan terbatas kepada hal-hal bersifat profan. Dia telah mereduksi makna dan hakikat agama sendiri. Ini pandangan yang justru harus diluruskan," ujarnya.

"Pernyataan seorang Kepala BPIP ini bagi saya dapat menimbulkan kesalahan tafsir serius dalam konteks bagaimana menempatkan agama dan Pancasila dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara," lanjut Ace.

Yudian Wahyudi sebelumnya menyinggung kelompok minoritas yang ingin melawan Pancasila. Menurutnya, hal itu berbahaya.

"Si minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi, kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," papar Yudian.

Tonton juga 'Blak-blakan Kepala BPIP: Jihad Pertahankan NKRI':

[Gambas:Video 20detik]

(eva/hri)