Jahatnya Tujuan ISIS dan Rangkaian Teror di Indonesia

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 08:57 WIB
Sidang vonis terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman dilaksanakan hari ini, Jumat (22/6). Aman pun siap untuk dihukum mati.
Aman Abdurrahman (lamhot/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah tegas menolak memulangkan 600-an WNI yang bergabung dengan kelompok teroris internasional ISIS. Selain dengan alasan melindungi 276 juta rakyat Indonesia, WNI yang telah bergabung dengan ISIS juga menuduh negara Indonesia taughut (bertentangan dengan Islam).

Tujuan ISIS terungkap dalam berbagai putusan dengan terdakwa simpatisan ISIS di Indonesia. Seperti dikutip dari Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rabu (12/2/2020) dengan terdakwa Mansor Abdullah.

Pria kelahiran 1 Maret 1959 itu bersumpah kepada ISIS dalam pertemuan di Cisarua, Bogor pada 2017 lalu. Hadir dalam baiat itu belasan simpatisan lainnya. Mereka kemudian mendeklarasikan Jamaah Ansor Daulah (JAD) dengan tujuan:

1. Tujuan Jangka Pendek.
Menghadapi musuk Islam bila nantinya ada serangan PKI dan Syiah. Salah satunya PDI Perjuangan. Mereka juga menolak Jokowi sebagai presiden.

2. Tujuan Janga Panjang.
Mempersiapkan Indonesia menjadi Daulah Islamiah di bawah Abu Bakar Al Bagdadi dengan bendera ISIS.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3