Kemenag Ngaku Khilaf soal Polemik Plt Dirjen Bimas Katolik, Komisi VIII Kecewa

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 14:57 WIB
Politikus PKB Marwan Dasopang (Tsarina/detikcom)
Marwan Dasopang (Dok. detikcom)
Jakarta -

Komisi VIII DPR sebagai mitra Kementerian Agama (Kemenag) mengaku kecewa atas kekhilafan Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan soal penunjukan pejabat muslim menjadi pelaksana tugas Dirjen Bimas Katolik. Nur Kholis dinilai tidak memahami ketentuan yang berlaku soal pengangkatan Plt.

"Saya sangat kecewa dengan tindakan Sekjen Kemenag Nur Cholis Setiawan yang tidak memahami ketentuan dan mekanisme yang berlaku tentang pengangkatan pejabat Plt mengisi kekosongan jabatan," kata Wakil Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang kepada wartawan, Selasa (11/2/2020).

Padahal, kata Marwan, Nur Kholis dalam rapat di Komisi VIII pada Senin (10/2) sudah memberikan klarifikasi dan menyatakan penunjukan Plt itu sesuai dengan prosedur. Marwan menduga Nur Kholis baru membaca kembali peraturan tersebut dan menyadari kesalahannya.

"Di samping itu, satu hari (Senin) sebelum pengakuan kekhilafannya dalam rapat RDP di Komisi VIII sudah dipertanyakan oleh pimpinan tentang polemik jabatan Plt di Dirjen Bimas Katolik, dijawab dengan meyakinkan bahwa keputusan itu sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku," ujar Marwan.

"Mungkin setelah selesai RDP beliau membaca lagi tentang peraturan terkait, baru menyadari kesalahan," imbuhnya.

Menurut Marwan, tidak berjalannya reformasi birokrasi di Kemenag terjadi karena lambannya koordinasi dari Sekjen. Malah, politikus PKB itu curiga, keputusan yang dianggap kontroversial dari Menag Fachrul Razi selama ini karena ada masukan dari Nur Kholis.

"Maka karena itu baru kita menyadari bahwa tidak berjalannya reformasi birokrasi di Kemenag kemungkinan karena kelambanan Sekjen koordinasi. Dan jangan-jangan selama ini Menteri Agama dianggap mengambil langkah-langkah yang agak kontroversi karena adanya masukan yang kurang tepat dari Sekjennya," kata Marwan.

Sebelumnya, Kementerian Agama mengaku khilaf dan meminta maaf terkait polemik penunjukan Plt Dirjen Bimas Katolik yang diisi pejabat muslim.

Dalam keterangan di situs resmi Kemenag seperti dilihat pada Selasa (12/2/2020), Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan mengaku kurang cermat terkait Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SEA/1/2019 tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam Aspek Kepegawaian yang membolehkan pejabat Eselon II sebagai Plt Pejabat Eselon I. Kekurangcermatan ini menimbulkan khilaf sehingga kurang tepat saat memberikan masukan kepada Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama.

Sekjen Kemenag mengaku masih terpaku pada pertimbangan administrasi keuangan tentang tidak dimungkinkannya rangkap jabatan antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM).

"Saya mohon maaf atas semua kekhilafan tersebut," kata M Nur Kholis.

(azr/hri)