Anak-anak ISIS Bakar Paspor, Perlukah Pemerintah RI Bahas Rencana Pemulangan?

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 07:21 WIB
Video pembakaran paspor hijau dan merah oleh anak-anak ISIS. (Dok Media Sosial)
Video pembakaran paspor hijau dan merah oleh anak-anak ISIS. (Dok Media Sosial)

Diketahui, pemerintah RI berencana akan menggelar rapat terbatas (ratas) terkait wacana pemulangan WNI eks ISIS ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi), secara pribadi sudah menyatakan penolakan.

"Kalau bertanya pada saya, ini belum ratas lho ya, kalau bertanya pada saya, saya akan bilang 'tidak'. Tapi masih dirataskan. Kita ini pastikan harus semuanya lewat perhitungan, kalkulasi plus-minusnya, semuanya dihitung secara detail dan keputusan itu pasti kita ambil di dalam ratas setelah mendengarkan dari kementerian-kementerian dalam menyampaikan. Hitung-hitungannya," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).


Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan pemerintah membentuk tim untuk mengkaji positif-negatifnya pemulangan mantan kombatan ISIS ke Indonesia. Belum ada keputusan sampai saat ini, apakah Indonesia bersedia memulangkan mereka atau tidak.

Berita soal pembakaran paspor oleh ISIS mengemuka pada Mei 2016 silam. Saat itu, ada video yang menayangkan sejumlah anak berlatih menembak dan berperang. Anak-anak itu diduga ada yang berasal dari Indonesia.

Kapolri saat itu, Jenderal Badrodin Haiti, menengarai anak-anak itu adalah gabungan dari anak-anak Asia Tenggara alias serumpun.

Peristiwa pembakaran paspor Indonesia ini lalu menjadi argumen penolakan terhadap pulangnya eks ISIS ke Tanah Air. Argumen ini dikemukakan salah satunya oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menolak eks ISIS kembali ke Jawa Tengah.

Halaman

(isa/gbr)