Putri Tanjung Berbagi Kiat Sukses Wirausaha ke Milenial Banjarmasin

Muhammad Risanta - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 00:20 WIB
Putri Tanjung di Banjarmasin. (Muhammad Risanta/detikcom)
Putri Tanjung di Banjarmasin. (Muhammad Risanta/detikcom)
Banjarmasin -

Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Putri Tanjung, membagikan kiat sukses menghadapi tantangan industri 4.0 bagi kalangan milenial kota Banjarmasin. Putri mengatakan, generasi milenial harus kreatif, inovatif, dan kolaboratif.

Hal tersebut akan bermuara pada perubahan pola pikir (mindset). Terlebih, saat ini dia merasakan, ada tren anak muda yang senang mengembangkan bisnis, mulai skala kecil hingga menengah, seperti halnya di Banjarmasin. Tren positif ini menempatkan milenial sebagai generasi kreatif dan memiliki peluang menjadi wirausahawan muda sukses.

Karena itulah menurutnya, kaum milenial harus terus mengasah kemampuan dasar yang sangat penting untuk menghadapi situasi yang sulit, misalnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kecerdasan emosi, dan fleksibilitas kognitif. Sejatinya, inovasi merupakan proses yang terus berlanjut dan terus berkembang setiap detiknya di era digital. Itu harus disadari demi pengembangan bisnis anak muda.

"Simple saja, menurut saya kuncinya itu, yakni identifikasi permasalahan (identify), mencari alternatif ide (ignite), lalu dipelajari rencana/ide mana yang paling efektif (investigate). Setelah dipelajari dan dipilih, maka harus diikuti dengan investasi (invest) untuk diterapkan (implement), serta kemudian terus dikembangkan (improve)," kata Putri saat menghadiri Kopdar Milenial di Office Coffee Roastery, Banjarmasin, Jumat malam (07/02/2020) .

Banyak fenomena yang sering ditemuinya, anak-anak muda masih belum percaya diri ketika memulai usaha. Apalagi persoalan permodalan sering dijadikan alasan tidak bisa mewujudkan keinginan berusaha atau memulai bisnis yang ingin ditekuni. Padahal peluang selalu terbuka lebar untuk berusaha.

Putri mencontohkan ketika memulai usaha kecil-kecilan tidak mendapatkan modal dari orangtuanya. Modalnya hanya keberanian dan menanamkan kepercayaan kepada orang lain.

"Memulai usaha dari umur 15 tahun itu karena dendam lebih tepatnya, dendam sama orang-orang karena selalu meremehkan aku waktu kecil, banyak yang nge-bully juga, karena kesel sama orang-orang itu akhirnya mendorong aku harus tahu gimana kesukaan aku, dan bisanya aku apa," ucap Putri membuka kisahnya kepada puluhan mahasiswa dan entrepreneur muda Banjarmasin.

Selanjutnya
Halaman
1 2