HPN 2020, 'Pasukan Milenial' Jokowi Akan Beri Motivasi Anak Muda Kalsel

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 23:42 WIB
Presiden Joko Widodo mengenalkan 7 staf khusus baru dari kalangan milenial. Para anak muda itu diantaranya Putri Tanjung hingga Belva Devara.
Foto ilustrasi Stafsus milenial Jokowi, ada empat stafsus yang akan hadir di HPN 2020. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 digelar di Banjarmasin, Kalimatan Selatan. Para staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berasal dari kalangan milenial akan hadir memberi motivasi kewirausahaan bagi anak muda di Kalimantan Selatan.

Ada empat 'pasukan milenial' Jokowi yang akan hadir di HPN 2020, yakni Putri Tanjung, Aminuddin Maruf, Andi Taufan Garuda Putra, dan Billy Mambrasar. Mereka akan tampil dalam acara diskusi bertema 'Empowering Young Generation as The Future Leader' di Universitas Lambung Mangkurat, Sabtu (8/2) pukul 13.00 WIB siang.

'Pasukan milenial' Jokowi ini berharap bisa memberikan motivasi dan inspirasi agar anak muda Kalimantan Selatan semakin banyak yang kreatif, inovatif, dan punya jiwa kewirausahaan.

"Menurut data dari World Economic Forum diprediksi akan ada 75 juta pekerjaan yang akan hilang dan digantikan robot/mesin pada 2022 mendatang. Makanya, di tengah tantangan dan kompetisi yang berat, anak muda Indonesia memang harus punya bekal yang cukup untuk menghadapi gelombang perubahan. Saya yakin anak muda Kalimantan Selatan pasti punya potensi yang besar dan kita berempat datang untuk membantu meyakinkan mereka agar tidak bosan terus menggali potensi diri untuk jadi anak muda yang maju dan bisa menjawab tantangan," ujar Putri Tanjung dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (7/2/2020).

Momen HPN 2020 menjadi momen yang tepat untuk anak muda berkolaborasi dengan insan pers. Anak muda bisa menyebarluaskan ide perubahan dan pemberdayaan. Maraknya kabar hoaks yang juga banyak dikonsumsi milenial juga jadi perhatian para staf khusus presiden ini.

"Di tengah merajalelanya informasi bohong atau hoax, perlu kita berkolaborasi dengan insan pers, untuk memberikan informasi yang jernih dan kredibel, sehingga anak muda bisa memilih dan memilah berita agar tidak termakan hoax yang bisa memecah belah," tambah Aminuddin Maruf.

Selanjutnya
Halaman
1 2