Mesin Waktu

Kisah Cucu Bos Media Jadi Perampok Bank

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 19:49 WIB
Patty Hearst saat digiring ke mobil tahanan pada 1976 (AP)
Foto: Patty Hearst saat digiring ke mobil tahanan pada 1976 (Dok. AP)
Jakarta -

Tepat 46 tahun lalu, Tentara Pembebasan Symbionese (SLA) yang berbasis di California, Amerika Serikat mengumumkan bertanggungjawab atas penculikan Patricia Campbell Hearst. Patricia atau Patty Hearst bukan perempuan biasa. Mahasiswi yang saat itu berusia 19 tahun adalah cucu William Randolph Hearst, taipan media di AS.

Patty diculik di apartemennya di Berkeley, California tiga hari sebelum SLA mengumumkan penculikan. SLA merupakan sebuah kelompok kecil bersenjata anti pemerintah AS. Menurut analisis Biro Investigasi Federal(FBI), grup yang dipimpin Donald DeFreeze ini sengaja menculik Patty untuk menyita perhatian publik.

Patty adalah sosok yang tepat untuk kepentingan itu. Perempuan yang lahir pada 1954 ini berasal dari keluarga kaya dan punya kekuatan karena menguasai media. Rencana SLA berjalan dan bekerja dengan baik. Penculikan itu mengagetkan seluruh Amerika Serikat dan kisahnya jadi berita utama hampir di semua media.

FBI mengerahkan agennya dalam misi pencarian Patty. Institusi ini juga menyebut misi itu merupakan salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan.

Ternyata, SLA memiliki banyak rencana untuk Patty. Selain meminta tebusan jutaan dolar dalam bentuk makanan untuk dibagikan ke orang-orang miskin, pada saat yang sama kelompok ini mencuci otak tawanannya itu. Selama masa penyekapan matanya ditutup. Patty juga berulang kali dilecehkan dan diperkosa.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3