Luka Pemain Barongsai, Patah Kaki hingga Testis Sobek

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 14:58 WIB
Oktavianus dan Ricky Syahputra (dipundak)
Oktavianus memanggul Ricky usai memenangi lomba barongsai di China, November 2019 (Foto: Dok. Kong Ha Hong)
Jakarta -

Ibarat pepatah sepandai-pandai tupai meloncat ada kalanya dia terjatuh juga. Begitulah yang dialami para pemain barongsai seperti di grup Kong Ha Hong. Meski kerap berlatih untuk melakukan gerakan-gerakan akrobatik yang sulit, ada kalanya di antara mereka terjatuh dan terluka parah.

"Kalau cuma lecet dan keseleo engkel kaki sih dah sering banget saya dan teman-teman," kata Ricky Syahputra kepada Tim Blak-blakan detik.com, pekan lalu.

Ia sudah 10 tahun menjadi anggota Kong Ha Hong. Pada November 2019, Ricky bersama Oktavianus dan beberapa personel lainnya mengikuti pertandingan barongsai tingkat dunia di Guangxi, China. Mereka berhasil menjadi juara untuk ke lima kalinya setelah mengalahkan tim favorit dari tuang rumah dan Malaysia.

Sebagai pemain yang lebih senior, Oktavianus mengaku pernah mengalami cedera serius di bagian bahu kiri dan kaki kiri. Cedera dialami saat dia berperan sebagai kepala barongsai. Saat dia sudah melompat ke tiang-tiang yang tersedia, ternyata rekannya yang di bagian ekor terpeleset.

"Saya ikut jatuh. Bahu dan kaki patah. Nih kalau baju dibuka bahu kiri dan kanan kelihatan gak simetris," kata Okta.

Tapi semua luka yang dialami tak membuat Ricky dan Okta, serta para pemain barongsai lainnya kapok. Juga tak mengganggu aktivitas mereka untuk tetap bermain.

Bagi Ronald Sjarif, pendiri dan ketua grup Kong Ha Hong, cedera sebagai pemain barongsai adalah risiko yang pasti terjadi. Tapi, menurut dia, ada pemain yang mengalami luka lebih serius ketimbang Ricky dan Okta. Sebab luka terjadi menimpa bagian testis.

"Saya selalu ingatkan ke para pemain, kalau melompati tiang-tiang jangan mengangkang. Eh, entah kenapa tuh anak pas melompat malah ngangkang. Saat kepleset ya langsung 'krekkk' ...," tutur Ronald menggambarkan insiden kecelakaan yang terjadi.

Beruntung setelah dibawa ke dokter, testis yang sobek tak terlalu fatal. "Waktu itu dokter bilang telurnya masih oke, dia masih bisa punya anak," kata Ronald menirukan penjelasan dokter.

(jat/jat)