Penanggung Jawab WO Gunakan Uang Korban untuk Beli Rumah Rp 1 Miliar

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 15:31 WIB
Wedding Organizer penipu di Depok (Dok Istimewa)
Foto: Wedding Organizer penipu di Depok (Dok Istimewa)

Seperti diberitakan sebelumnya, Anwar ditangkap setelah polisi menerima laporan dari sejumlah korban yang tertipu. Total ada 37 korban yang tertipu Anwar.

Modus yang dilakukan penipu adalah menawarkan jasa WO melalui media sosial dan brosur dengan harga murah, yaitu Rp 50 juta, Rp 60 juta, hingga Rp 100 juta. Kenyataannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan, bahkan ada yang sampai tidak terlaksana.

Salah satu korban, I, melaporkan dia sudah membayar lunas untuk acara resepsi pernikahan pada 2 Februari 2020. Korban membayar Rp 50 juta untuk paket hemat lengkap, dari katering, prewedding, dekor, hingga gedung. Namun pada hari H, paket tidak sesuai dengan yang dijanjikan dan katering tidak dikirim sehingga korban merasa malu kepada tamu undangan. Pelaku tidak aktif saat dihubungi.

Dari situ, polisi menangkap pelaku atas nama Anwar sebagai penanggung jawab WO bernama Panda Manda, yang beralamat di Mampang, Pancoran Mas, Depok. Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti berupa 1 bundel bukti-bukti transfer pembayaran, 1 bundel album foto prewedding, perangkat alat kantor, 3 buah kartu ATM Bank Mandiri, BRI, dan BCA, serta 1 bundel printout rekening pembayaran para korban.

Anwar kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 378 juncto 372 KUHP soal Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan.

Dalam list dan dokumentasi barang bukti perkara ini, polisi turut menyita brosur-brosur perusahaan katering yang digunakan oleh tersangka penipuan. Pada Kamis (6/2) sore, redaksi mendapatkan pernyataan keberatan dari salah satu katering yang brosurnya masuk dalam daftar barang bukti perkara ini. Mereka menyatakan sama sekali tidak terlibat perkara ini dan kinerja perusahaan katering tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Redaksi memutuskan untuk mencabut foto yang memuat brosur katering yang digunakan oleh tersangka.


(mei/hri)