Alasan PPATK Buka-bukaan Rekening Kasino Kepala Daerah: Biar Tak Main Lagi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 14:22 WIB
PPATK
Rapat dengar pendapat PPATK dengan Komisi III DPR membahas soal rekening kasino kepala daerah di luar negeri (Foto: Rolando F Sihombing/detikcom)
Jakarta -

Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin menjelaskan soal pengungkapan adanya aliran keuangan kepala daerah di rekening kasino di luar negeri. Badar--panggilan Kiagus Ahmad Badaruddin--mengatakan pengungkapan oleh PPATK agar memberikan peringatan kepada terduga pelaku.

Hal itu disampaikan Badar dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2020). Badar mengatakan pengungkapan adanya aliran keuangan kepala daerah di kasino di luar negeri berawal dari refleksi akhir tahun PPATK.

"Inilah di tahun 2019 kemarin dan untuk pertama kalinya PPATK membuat berita seperti itu dan tidak kami maksudkan seperti itu. Selama ini kami tuh nggak pernah ngomong, santai-santai saja paling sama Komisi III pada saat kita rapat bersama," kata Badar.

"Tapi pada saat itu kami melakukan refleksi akhir tahun dan pada saat kami refleksi akhir tahun itu banyak sebetulnya yang kami sampaikan itu, tetapi yang tertarik bagi temen-temen media yaitu tentang penyimpanan uang di casino itu, kami nggak bisa melarang sesuatu bagi masyarakat menarik, jadi silakan," sambungnya.

Badar mengatakan pengungkapan adanya aliran keuangan kepala daerah ke kasino di luar untuk memberikan peringatan kepada terduga pelaku. Peringatan tersebut agar terduga pelaku tak lagi bermain kasino di luar negeri.

"Buat kami, apa yang kami sampaikan itu yang kami harapkan adalah deterrent effect, supaya para terduga pelaku ini, ya nggak usah main-main lagilah. Yang kami umumkan dua saja, mungkin jadi ada yang lain. Tapi kita melihatnya itu dari sisi positif, jadi di sana itu kita harapkan ada deterrent effect, ada warning effect, yang ingin kita sampaikan," ucap Badar.

Pengungkapan yang dilakukan PPATK tersebut, kata Badar, tak bermaksud untuk melampaui kewenangan. Badar mengatakan hal itu dilakukan demi kebaikan bersama.

"Jadi itulah yang kemarin terjadinya pemberitaan itu tidak dimaksudkan untuk kita melampaui kapasitas, melampaui kewenangan dari PPATK. Yang kita sampaikan itu adalah demi kebaikan bersama dan ada aturan yang kita acu," ujarnya.

Badar pun mengatakan tak pernah mengungkapkan nama kepala daerah yang diduga mengalirkan keuangan di kasino di luar negeri. Lokasi kasino pun tak pernah disebutkan oleh Badar.

"Dalam hal ini pun kami tidak pernah menyebutkan apakah dia seorang gubernur, apakah dia seorang bupati, siapa namanya, apalagi daerahnya. Dan dia berjudi dimana pun tidak kami sebutkan di mana dan seterusnya," imbuhnya.

Simak Video "DPR Soal Pemulangan Eks ISIS: Harus Ditangani Secara Profesional"

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/dhn)