Pemprov DKI Gandeng Kejati DKI Kawal Proyek Trotoar dan Penanganan Banjir

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 13:32 WIB
Sekda DKI Saefullah
Sekda DKI Saefullah bersama Kajati DKI Asri Agung (Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menyebut sejumlah proyek strategis memerlukan pendampingan hukum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Salah satu proyek strategis itu adalah pembangunan infrastruktur.

"Yang paling penting untuk teman-teman Kejati melakukan pengawalan, pengamanan di antaranya infrastruktur yang sekarang ini kita giatkan tetap prioritas penanganan banjir, pedestrian," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah di Kejati DKI Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2020).

Kehadiran Saefullah di Kejati DKI Jakarta itu dalam rangka acara Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Strategis di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. Kepala Kejati DKI Jakarta Asri Agung Putra turut mendampingi Saefullah.

Saefullah mengatakan pembangunan trotoar di jalan protokol seperti Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman sempat menuai kontroversi. Namun ketika proyek itu tuntas, menurut Saefullah, warga Ibu Kota baru merasakan manfaatnya.

"Thamrin, Sudirman, walaupun hiruk pikuknya dulu luar biasa, ada urusan pohonnyalah, urusan apa, tapi begitu udah jadi kan orang merasakan 'oh ya ternyata bagus' ada perkeadilannya untuk pejalan kaki," kata Saefullah.

"Terus itu juga kan dikembangkan ke Kramat Raya ke Cikini di Jakarta Selatan dan seterusnya. Jadi kalau dianggap bagus kita teruskan," imbuh Saefullah.

Sementara itu Asri Agung menegaskan Kejati DKI tidak memiliki kepentingan lain selain pengawalan proyek tersebut. Dia akan memastikan semua proyek di DKI tidak melewati batas pelanggaran hukum.

"Pada intinya bahwa kami ada tugas pokok melakukan pengawalan, penanganan pembangunan strategis. Saya juga ingin mengingatkan bahwa tidak ada kepentingan lain ketika pelaksanaan walpam (pengawalan pengamanan) supaya proyek ini bisa berjalan sesuai spek-nya (spesifikasinya)," kata Asri.

(dhn/dhn)