Beredar Pesan Berantai 1 RT di Bekasi Terhipnotis Massal, Ini Faktanya

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 16:38 WIB
Lokasi di Bekasi yang disebut-sebut warga satu RT jadi korban hipnotis massal
Lokasi di Bekasi yang disebut-sebut warga satu RT jadi korban hipnotis massal. (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta -

Beredar pesan berantai (broadcast) di aplikasi pesan WhatsApp yang menyebutkan satu RT di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, terhipnotis massal. Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna membenarkan kasus hipnotis itu, tapi korban hipnotis bukan satu RT.

"Nggak satu RT (terhipnotis), itu yang terhipnotis salah satunya ibu RT," kata Erna kepada detikcom, Senin (3/2/2020).


Kejadian hipnotis itu terjadi di pusat perbelanjaan di Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Kamis (16/1) lalu. Ia menyebut polisi masih berusaha mengungkap kasus ini.

"(Pelaku) masih kita kejar," lanjutnya.

Seorang korban, Harti Ningsih (58), bercerita pelaku menyamar sebagai sales produk susu untuk lansia. Ia memerintahkan Bu RT 1, Tati, mengumpulkan 10 orang lansia untuk syuting promosi produk susu lansia di sebuah mal di Bekasi Selatan. Ningsih menduga pelaku menghipnotis dirinya beserta korban lain melalui asap rokok.

"Mungkin medianya (hipnotis) dengan rokok karena waktu itu yang saya lihat dia merokok," kata Ningsih ketika ditemui di Sekretariat RW 3, Kayuringin Jaya, Kota Bekasi.


Pelaku pun berhasil mengumpulkan 10 lansia, termasuk Ningsih, dan diperintah untuk menyiapkan yel-yel mengenai produk untuk syuting. Anehnya, para korban menuruti segala arahan pelaku.

Harti Ningsih, salah satu korban hipnotis di BekasiHarti Ningsih, salah satu korban hipnotis di Bekasi. (Isal Mawardi/detikcom)


Bersama pelaku, Ningsih dan empat lansia lainnya, yaitu Edi, Tati, Marni, dan Mantiyo, berangkat menumpang taksi online menuju sebuah mal. Sedangkan lima korban lainnya masih menunggu di Balai RW.

Namun, Ningsih dan teman-temannya diturunkan di pinggir mal. Pelaku juga meminta para korban menyimpan semua perhiasannya ke dalam tas.

"Kita buka emas-emas itu dan dimasukkan ke tas masing-masing," tuturnya.

Simak Video "Bukan Lagi dengan Hipnotis, Kini Penjahat Menipu dengan AI"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2