Akui Usul Raperda Anti LGBT, DPRD: Ada 5.700 Komunitas Gay di Depok

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Sabtu, 01 Feb 2020 09:30 WIB
Anggota DPRD Fraksi Gerindra, Hamzah. (Matius Alfons/detikcom)
Foto: Anggota DPRD Fraksi Gerindra, Hamzah. (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi A DPRD Depok, Jawa Barat, Hamzah mengakui bahwa pihaknya yang mengusulkan penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) anti-lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Hamzah menyebut raperda tersebut diusulkan karena penyebaran komunitas LGBT di wilayahnya yang semakin masif.

"Dari 2017, 2018, 2019 itu komunitas gay di Kota Depok itu semakin tahun semakin bertambah. Total yang sekarang kami dapatkan ada 5.700 lebih komunitas gay yang ada di Kota Depok," kata Hamzah kepada detikcom, Jumat (31/1/2020).

Dia kemudian mengungkapkan data terkait jumlah penderita HIV di Depok. Hamzah mengatakan terdapat 100 orang lebih di Depok yang terjangkit HIV karena hubungan sesama jenis.

"Bahkan, dari Dinas Kesehatan kita mendapat data, dari 222 orang terkena HIV di Kota Depok, 140 lebihnya itu adalah orang yang melakukan hubungan sejenis atau gay. Ini data dari Dinas Kesehatan," ungkap Hamzah.

"Maka dengan kondisi itu kami rasa sangat penting dan perlu segera membentuk perda anti-LGBT," sambungnya.

Hamzah menjelaskan wacana penyusunan raperda anti-LGBT ini sebetulnya sudah disampaikan kepada Pemkot Depok sejak Juli 2019. Dia memastikan akan mengupayakan kembali agar raperda ini bisa masuk program pembentukan rancangan peraturan daerah (propemperda) Kota Depok 2020.

"Kalau pengusulan itu boleh-boleh saja. Nanti Februari ini akan ada pengusulan rapat dengan para pengusul raperda-raperda, komisi A, B, C, D," jelas Hamzah.

Selanjutnya
Halaman
1 2