Eks Anggota DPR Fayakhun Ajukan PK Kasus Suap Proyek di Bakamla

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 13:02 WIB
Eks anggota DPR Fayakhun Andriadi dituntut 10 tahun penjara soal proyek pengadaan satelit monitoring dan drone.
Foto: Eks anggota DPR Fayakhun Andriadi. (Ari Saputra-detikcom)

Menurut dia, Fayakhun Andriadi bersalah melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, dia meminta MA menjatuhkan hukuman Fayakhun 2 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan.

"Menjatuhkan pidana kepada pemohon peninjauan kembali (Fayakhun Andriadi) karena itu dengan pidana penjara dua tahun, dan denda Rp 200 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan 3 bulan," katanya.

Fayakhun Andriadi divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan. Fayakhun terbukti bersalah menerima uang suap USD 911.480 dari mantan Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Atas putusan itu, Fayakhun menerima putusan majelis hakim terhadap kasus suap proyek di Bakamla. Fayakhun tidak mengajukan permohonan banding atas vonis tersebut.

"Pak Fayakhun terima putusan, tidak banding," ujar kuasa hukum Fayakhun, Ahmad Hardi Firman, kepada detikcom, Rabu (28/11/2018).

Halaman

(fai/idh)