BKKBN Dorong Sekolah Ajari Kesehatan Reproduksi, Terutama ke Remaja Putri

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 20:04 WIB
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo
Foto: Eko Susanto/detikcom

Selain itu dia juga mengungkapkan soal pencegahan stunting. Dia menuturkan seharusnya upaya preventif dilakukan sebelum kehamilan calon ibu.

"Stunting itu dicegahnya sebelum dia hamil sebetulnya. Karena sebelum hamil itu harus minum asam folat, harus minum zinc untuk suaminya spermanya biar bagus, istrinya minum asam folat biar telurnya bagus. Sehingga embrionya bagus gitu loh," lanjut dia.

Dari sisi perencanaan penganggaran, menurut Hasto, pemerintah sering kali terlambat mendapatkan data stunting. Hal ini kerap jadi kendala di lapangan.

"Datanya tuh telat. Sekarang kita dapat laporan stunting, terus kita merencanakan untuk melakukan suatu treatment buat anak stunting itu tapi kan merencanakannya untuk yang berikut ini sudah butuh waktu beberapa bulan. Padahal dia ditreamentnya hanya bisa sampai 2 tahun," jelas Hasto.


Hal lain yang menurut Hasto perlu diperhatikan adalah dirubahnya budaya berpikir masyarakat tentang pemenuhan nutrisi di dalam tubuh. Menurutnya, ketidaksadaran akan nutrisi tubuh itu membuat sebagian masyarakat abai dengan kebutuhan nutrisi.

"Banyak orang yang hidup di ikannya banyak, pertaniannya bagus, tapi stunting. Banyak orang-orang yang di tepi-tepi laut yang nelayan-nelayan itu anaknya stunting, karena justru ikan yang segar tidak di makan, dia justru makannya makanan-makanan yang dijual, yang tidak nutrisi yang cukup," ungkap Hasto.

Halaman

(jef/aud)