Silang Pendapat soal Revitalisasi Monas hingga Akhirnya Sepakat Disetop

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 18:00 WIB
Revitalisasi Monumen Nasional (Monas), berjalan terus meski mendapat protes dan kontroversi. Berikut foto-foto penampakan terkininya.
Revitalisasi Monas (Rengga Sancaya/detikcom)

Permintaan Mensesneg Masih Belum Dipenuhi

Keesokan harinya, permintaan Mensesneg itu masih belum dipenuhi oleh Pemprov DKI. Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Selasa (28/1) pukul 11.57 WIB, beberapa petugas masih terlihat melakukan pekerjaan. Para pekerja tersebut tampak sibuk mengerjakan penembokan.

Namun, sore harinya, Sekda Pemprov DKI Jakarta Saefullah dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengecek lokasi revitalisasi Monas. Kedua belah pihak sepakat revitalisasi disetop sementara mulai Rabu ini.

Saat ditanya wartawan kapan revitalisasi dihentikan, Saefullah melempar pertanyaan kepada Prasetio Edi. Dia mengaku akan mengikuti rekomendasi tersebut.

"Belum ngobrol sama ketua (DPRD). Kalau sudah, malam ini hentikan, besok istirahat dulu. Sambil nanti dapat rekomendasi Mensesneg. Habis itu kita kerjakan," ucap Saefullah kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat.


Prasetio menegaskan revitalisasi harus dihentikan. Menurutnya, wajib ada rekomendasi dari Mensesneg sebagai ketua Komisi Pengarah.

"Jadi rekomendasi kami, tolong revitalisasi dihentikan. Mulai besok, menunggu Kementerian Sekretariat Negara, itu aja," ucap Prasetio di Monas.

Setelah mendengar pernyataan Prasetio, Sekda mengatakan revitalisasi Monas dihentikan hari ini. "Sebenarnya kami lebih suka diteruskan, tetapi setelah rapat koordinasi dengan DPRD, ya sudah ini dihentikan sementara untuk menghormati," kata Saefullah.

Meski Sepakat Disetop, Pemprov DKI Tetap Klaim Tak Langgar Aturan

Sekda DKI Jakarta Saefullah masih bersikukuh revitalisasi Monas tak melanggar aturan. Dia merasa ada pemahaman berbeda dalam Keppres Nomor 25 Tahun 1995 tentang Penataan Kawasan Medan Merdeka. Karena itu, dia merasa bingung antara 'izin' dan 'persetujuan.'

"Jika ada pembangunan harus ada persetujuan, bukan izin ya. Ini kalimatnya dalam Pasal lima poin B bilangnya begitu, memberikan persetujuan. Ini harus ada perangkatnya sebetulnya ada breakdown dari keppres. Ini belum ada sehingga membingungkan semuanya," ucap Saefullah kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (28/1).

"Nah begitu, harusnya ini semuanya ada di sini harus mendapatkan persetujuan dari Mensesneg sebagai ketua komisi ini," imbuhnya.

Revitalisasi Disetop, Tak Ada Aktivitas Pengerjaan

Kesepakatan Pemprov DKI dengan Ketua DPRD DKI benar-benar dijalankan. Proses pengerjaan revitalisasi disetop. Pantauan detikcom di Monas, Jakarta Pusat, pukul 12.28 WIB, Rabu (29/1), tidak ada tanda-tanda pengerjaan revitalisasi dilakukan. Kawasan revitalisasi juga diminta steril dari pihak luar mulai hari ini.


Meski pengerjaan proyek revitalisasi dihentikan, terpantau beberapa alat berat masih berada di lokasi. Sejumlah pekerja proyek juga masih lalu-lalang di lokasi revitalisasi meski tidak melakukan aktivitas pengerjaan apa pun. Salah seorang pekerja mengaku hari ini pengerjaan diliburkan.

Simak Video "Pratikno Belum Terima Surat dari Anies Soal Revitalisasi Monas"

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/fjp)