Pimpinan KPK Lanjutkan Safari ke Menag, Bahas Pencegahan Korupsi

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 17:54 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri dan para pimpinan KPK menemui Menag Fachrul Razi.
Foto: Ketua KPK Firli Bahuri dan para pimpinan KPK menemui Menag Fachrul Razi. (Dwi-detikcom)
Jakarta -

Pimpinan KPK kembali melanjutkan safarinya dengan mendatangi Kementerian Agama (Kemenag). Pertemuan itu membahas pencegahan korupsi.

"Hari ini kita datang ke Kementerian Agama Republik Indonesia, ini adalah lembaga atau kementerian ke-12 yang kami kunjungi. Dalam rangka memberikan dukungan semangat supaya melakukan upaya-upaya, program-program untuk pencegahan korupsi itu yang pertama," ujar Firli usai pertemuan di Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Firli datang ditemani oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, dan Alexander Marwata. Firli dan rombongan diterima oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid beserta jajaran.

Firli menyebut pencegahan korupsi perlu dilakukan oleh seluruh pihak. Sedangkan penindakan akan dilakukan oleh KPK.

"Karena pencegahan korupsi tanggung jawab kita bersama, sementara penindakan itu urusan KPK, urusan penegak hukum," tuturnya.

Dia mengatakan, terdapat beberapa hal yang disampaikan dalam pertemuan untuk pencegahan korupsi. Di antaranya terkait pengawasan internal hingga proses pengadaan barang yang transparan.

"Penguatan aparatur pengawas internal pemerintah, kedua membuka layanan untuk orang berani melapor apabila ada dugaan korupsi. Ketiga ingin memastikan bahwa seluruh proses pengadaan barang dan jasa itu berjalan dengan transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Firli.

Sementara, Menag Fachrul Razi mengatakan masukan yang diberikan KPK akan menjadi pegangan bagi Kemenag. Terlebih, dia menuturkan, pihaknya memiliki semangat yang sama dalam pencegahan korupsi.

"Beliau memberikan masukan masukan pada kita, apa langkah-langkah yang baik dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi. Itu sangat manfaat untuk kami, karena masukan itu menjadi pegangan kami bersama," ujar Fachrul.

"Kami juga sudah punya tekat yang sama, tapi dengan masukan KPK akan membuat kami kerja lebih baik, dalam upaya bekerja sebaik-baiknya tanpa ada korupsi," sambungnya.

(dwia/idh)