Soal Jiwasraya, SBY Kenang Tak Takut Pansus Hak Angket Century

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 18:38 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Foto: SBY (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan ada niat menjatuhkan 2 menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat Pansus Jiwasraya. SBY lalu teringat pembentukan Pansus Hak Angket Century dan dia mengenang dirinya sama sekali tidak takut dengan langkah politik tersebut.

"Saya jadi teringat akan peristiwa politik yang terjadi sepuluh tahun yang lalu. Pasca Pemilu 2009, dunia politik digaduhkan oleh isu 'bail-out' Bank Century. Berbulan-bulan politik kita tidak stabil. Namun, apa yang ingin saya katakan? Sama seperti sekarang ini, nampaknya ada yang dibidik dan hendak dijatuhkan," kata SBY dalam tulisannya di Facebook, Senin (27/1/2020).

"Saya sangat tahu bahwa yang harus jatuh adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan juga mantan Gubernur BI, Wakil Presiden Boediono. Jika bisa, SBY juga diseret dan dilengserkan. Memang cukup seram," imbuh SBY.

Rumor dan berita yang dibangun, kata SBY, juga tak kalah seramnya. Diisukan jumlah dana Rp 6,7 triliun dalam penyelamatan Bank Century semuanya mengalir ke Tim Sukses SBY dalam Pilpres 2009., termasuk para petinggi Partai Demokrat. Dengan gegap gempita karenanya Pansus dibentuk, hak angket digunakan oleh DPR RI.

"Namun saya tetap tenang. Saya juga tak takut dengan dibentuknya Pansus. Bahkan tak pernah menghalanginya. Padahal koalisi pendukung pemerintah cukup kuat waktu itu. Jumlah anggota DPR RI dari Partai Demokrat juga sangat besar, 148 orang. Mengapa saya tak takut dengan Pansus Bank Century?" jelas SBY.

SBY tak takut dengan Pansus Bank Century karena dia mengaku memegang fakta dan kebenaran mengapa dilakukan 'bail-out' pada Bank Century. Ada alasan yang sangat kuat mengapa para otoritas keuangan mengambil keputusan yang berani tetapi berisiko tinggi.

"Dengan 'judgement' mereka, yang memiliki kewenangan yang diberikan oleh undang-undang, pilihan dan keputusan harus diambil. Sejarah menunjukkan bahwa setelah itu Indonesia selamat dari krisis. Pertumbuhan ekonomi kita hanya sempat turun satu tahun, dari 6% di tahun 2008, menjadi 4,6% di tahun 2009. Namun, tahun depannya (2010) naik lagi ke angka 6,2%, dan bahkan tahun 2011 menjadi 6,5%," sebut SBY.

Tersangka Jiwasraya Pernah di KSP, Moeldoko: Ada Keteledoran

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2