Lion Air Jelaskan Pemeriksaan Penumpang dari China yang Sempat Diduga Corona

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Minggu, 26 Jan 2020 10:13 WIB
Ilustrasi Lion Air (Danang Sugianto/detikcom)
Jakarta -

Tujuh penumpang Lion Air JT 2742 rute Changsha-Manado sempat dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), diduga terjangkit virus Corona. Lion Air memberi penjelasan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya mengatakan Lion Air kode penerbangan JT-2742 berangkat sesuai jadwal dari Bandara Internasional Huanghua Changsha, Changsha, Hunan, RRT menuju Manado pukul 14.40 waktu setempat. Pesawat ini mendarat di Bandara Sam Ratulangi pukul 19.59 Wita dan membawa tujuh kru serta 176 penumpang.

"Penerbangan JT-2742 sudah dipersiapkan dengan baik, sebelum keberangkatan seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan," kata Danang dalam keterangan tertulis, Minggu (26/1/2020).

Lion Air telah mendapat informasi soal tujuh penumpang penerbangan tersebut yang dicek secara intensif. Menurut Danang, petugas kesehatan pun langsung melakukan pengecekan di dalam pesawat setelah pesawat mendarat.

"Sehubungan dengan informasi yang berkembang terkait tujuh tamu dari Changsha yang dikabarkan terindikasi virus corona, bahwa Lion Air menerima keterangan setelah dilakukan pemeriksaan, pengecekan secara intensif oleh pihak terkait (tim medis beserta tim Kantor Kesehatan Pelabuhan/KKP Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi) dinyatakan negatif atau tidak terindikasi (tidak memiliki tanda-tanda) virus dimaksud," kata Danang.

"Ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron) untuk menurunkan penumpang, petugas kesehatan terlebih dahulu masuk ke dalam kabin pesawat guna melakukan pemeriksaan kepada seluruh tamu dan awak pesawat," imbuh dia.

Langkah petugas kesehatan tersebut menurut Danang merupakan upaya memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan penumpang, terutama tindakan antisipasi sesuai pemberitahuan larangan perjalanan dari otoritas Wuhan mengenai dampak wabah virus Corona.

Antisipasi dilakukan mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No SR.01.0111/5888/2019 'Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio' pada 30 Desember 2019 dan No PM.04.021111143/2020 'Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya' pada 3 Januari 2020.

"Dalam langkah preventif pencegahan dimaksud, Lion Air telah menjalankan operasional dengan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai dengan prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker, sarung tangan (hand gloves), dan cairan/gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat," ucap Danang.

"Departemen Keselamatan, Keamanan, dan Kualitas Lion Air meminta kepada seluruh unit terkait untuk menerapkan rekomendasi yang disampaikan," imbuh dia.

Simak Video "Penampakan Virus Corona yang Mewabah di China"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fjp)