Ponakan Bonaran Ngaku Diculik, Begini Cerita Versi Ajudan Bupati Tapteng

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 21:29 WIB
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani (Foto: dok. Istimewa)
Medan -

Keponakan eks Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Raja Bonaran Situmeang, Ametro Pandiangan, mengaku menjadi korban penculikan yang diduga dilakukan oleh ajudan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani. Bakhtiar pun memberi penjelasan soal tudingan Ametro tersebut.

"Pertama, biarkan proses hukum berjalan semestinya. Kedua, waktu kejadian saya berada di Kota Medan. Ketiga, saya sudah tanya mereka apa yang terjadi," ujar Bakhtiar, Jumat (24/1/2020).

Bakhtiar pun menepis pengakuan Ametro soal penculikan. Dia menyebut saat itu ajudannya menduga ada pemakaian narkoba oleh seseorang yang belakangan diketahui Ametro dan langsung melaporkan hal itu ke polisi.

"Waktu kejadian, antara lokasi kejadian dan kantor polisi jaraknya 1,5 jam. Begitu kejadian, mereka menelepon Kasat Narkoba, artinya tidak mungkin orang menculik melapor ke polisi. Kami berharap polisi bijaksana soal ini," ujarnya.

Dia juga meragukan keterangan soal pemukulan terhadap Ametro. Menurutnya, tak mungkin orang tahan dipukuli lima orang.

"Dia berapa malam di kantor polisi nggak ada sakit nggak ada muntah. Polisi harus jeli," tuturnya.

Bakhtiar menyebut saat itu ajudannya, yang juga polisi, dia minta mengambil dokumen. Dalam perjalanan pulang, ajudannya itu melihat ada orang mencurigakan, yang lalu didatangi.

"Satu orang lari, satu orang lagi disuruh minta bongkar kantong setelah mengaku polisi. Ajudan tadi mengatakan 'saya polisi'. Nah, dia pun berusaha untuk lari, menurut ajudan. Dipegang lagi, disuruh bongkar kantongnya semua, uangnya ditaruh di tengah, di tanah. Uang dari kantongnya. Begitu kantongnya dibuka, uangnya berisi narkoba, itu menurut ajudan. Dibawa ke mobil, ditelepon Kasat Narkoba. Tidak ada penculikan," ucapnya.

"Sangat tidak logika ada orang ngaku diculik, dipukuli lima orang, tapi sehat. Kedua, Kasat Narkoba juga mengatakan ditelepon oleh yang ikut menangkap tangan itu, tapi biar polisi membuktikan," sambung Bakhtiar.

Sebelumnya, Polda Sumatera Utara, yang menangani kasus tersebut, hari ini memeriksa Ametro sebagai korban. Dalam pemeriksaan, Joko, pengacara Ametro, menuturkan kliennya menceritakan momen dirinya diculik. Termasuk soal dugaan penculiknya adalah ajudan Bupati Tapteng yang saat ini menjabat.

"Kehadiran kami di sini terkait adanya undangan dari Jatanras Polda Sumut untuk memeriksa korban penculikan sekaligus penganiayaan terhadap Saudara Ametro yang terjadi di Tapteng," kata kuasa hukum Ametro, Joko Pranata Situmeang, di Mapolda Sumut, Jumat (24/1).

Terkait temuan narkoba, Joko menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian. "Terkait narkoba yang dua bungkus, kita tunggu hasil penyelidikan dari petugas. Karena kita sebagai masyarakat menunggu. Jika itu bukan milik korban, itu milik siapa. Dan kelima orang tersebut itu kan mengetahui perjalanannya. Harusnya kepolisian sudah bisa angkat bicara terkait hal ini. Siapa saja kelima orang tersebut. Karena dua dari mereka ikut mengantarkan korban ke Polres," sebut Joko.

(HSF/tor)