Agar Isu Corona Tak Bikin Gaduh, Komisi IX: Pemerintah Harus Sosialisasi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 21:06 WIB
Nihayatul Wafiroh (Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta -

Ketua Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lebih gencar melakukan sosialisasi terkait virus Corona. Ia tak ingin ada kegaduhan di masyarakat karena kurangnya informasi.

"Kalau seperti ini harusnya sudah mulai diambil langkah sosialisasi, jangan sampai masyarakat gaduh karena tidak tahu, dan karena ada mungkin juga berita yang dibaca sepotong-sepotong," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh saat dihubungi, Kamis (23/1/2020).

Menurut Ninik, kegaduhan di masyarakat bisa disebabkan oleh ketiadaan informasi yang komprehensif. Ia pun meminta petugas kesehatan hingga ke tingkat puskesmas lebih proaktif.

"Jadi saya minta dari Kementerian Kesehatan melakukan sosialisasi ke masyarakat bagaimana pencegahan virus, bagaimana penyebarannya, dan kalau ada sudah gejala bagaimana, mereka berobatnya ke mana," ujarnya.

Selain itu, Ninik ingin Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) lebih dioptimalkan. Politikus PKB itu juga ingin masyarakat yang akan ke luar negeri diberi informasi terkait virus Corona.

"Fungsi dari KKP detektor itu juga harus dimanfaatkan, dimaksimalkan, dan juga masyarakat yang mau ke luar juga diberi informasi yang cukup. Bisa jadi dia berangkat sehat, tak tahu informasi apa-apa, dia kena," ucap Ninik.

Diketahui, virus tersebut muncul dari Wuhan, China. Sempat dikabarkan virus Corona sudah masuk ke Indonesia karena kabar seorang karyawan Huawei dari China yang mengalami demam.

Soal kabar tersebut, Terawan langsung mendatangi Wisma BRI 2 di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, sore tadi. Ia mendatangi gedung untuk memastikan ada atau tidaknya virus Corona yang diduga menginfeksi salah satu pegawai.

Menkes Terawan menegaskan tidak ada virus Corona seperti info yang beredar sebelumnya. Ia menyikapinya dengan santai.

Sebelumnya, Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo mengatakan, berdasarkan hasil diagnosis, karyawan Huawei di Gedung BRI 2 dipastikan tak terserang virus Corona. Karyawan Huawei itu semula mengalami demam dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Pekerja Huawei tersebut telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan dari hasil diagnosa rumah sakit, dinyatakan bahwa pekerja tersebut terserang radang tenggorokan," kata Hari dalam keterangannya.

Karyawan Huawei itu sebelumnya dilarikan ke RS Siloam setelah diketahui mengalami demam. Hari mengatakan tindakan itu dilakukan lantaran pihaknya mengedepankan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya.

"Bank BRI senantiasa mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perkantoran bagi para pekerja BRI sebagaimana yang tercantum pada peraturan Menteri Kesehatan RI No 48 Tahun 2016," tuturnya.

(azr/dnu)