Ragam Komentar Pengendara Terkait Wacana Tilang Elektronik di Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 19:05 WIB
Ilustrasi Jalan di Kabupaten Bekasi (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi -

Polres Metro Bekasi berencana menerapkan electronic traffic law enforcement (E-TLE) alias tilang elektronik di sejumlah titik. Rencana ini menuai pro dan kontra di kalangan pengendara.

Seorang pengemudi mobil, Yusep, mengaku tidak setuju dengan rencana penerapan tilang elektronik tersebut. Yusep belum siap apabila tiba-tiba dikirim surat konfirmasi oleh polisi.

"Nggak setuju, takutnya kan kita lagi santai di rumah terus tiba-tiba digedor. Kan bisa saja foto-foto (bukti CCTV) itu diedit," ujar Yusep kepada detikcom di Jl Diponegoro, Bekasi, Kamis (23/1/2020).

Yusep menyarankan polisi dan instansi terkait melakukan sosialisasi terlebih sebelum aturan tersebut diterapkan.

"Lebih baik sosialisasi dulu, karena kalau nggak ada sosialisi tiba-tiba diterapkan, ya kaget juga," kata Yusep.

Serupa dengan Yusep, warga lainnya, Anto (27), menolak rencana penerapan tilang elektronik itu. Menurutnya, tilang elektronik sangat menyusahkan bagi para pekerja yang sedang terburu-buru.

"Nggak setuju, kan nggak tahu, nanti tahu-tahu nanti saya ketilang, kalau lagi buru-buru mah lampu merah terus saja," tutur Anto.

Sedangkan warga lainnya, Hakim (21), setuju akan wacana tersebut. Ia menilai tilang elektrik dapat mengurangi budaya pungli oknum polisi.


Simak Video "Hakim Tolak Praperadilan e-Tilang 'Salah Alamat'"

Selanjutnya
Halaman
1 2