Diperiksa KPK, Fahd Yakin 'Nyanyian' di Kasus Kemenag Diproses Hukum

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 14:31 WIB
Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq setibanya di KPK untuk menjalani pemeriksaan (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Mantan terpidana kasus korupsi di Kementerian Agama (Kemenag), Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, tersenyum setibanya di KPK untuk menjalani pemeriksaan. Dia mengaku senang lantaran meyakini KPK memproses nama-nama yang disebutkannya terlibat dalam perkara yang pernah menjeratnya itu.

"Saya diperiksa hari ini terkait penundaan yang kemarin, menindaklanjuti hasil putusan pengadilan yang saya jalani kemarin terkait dengan Kementerian Agama," kata Fahd di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).

Fahd dieksekusi ke Lapas Klas 1 Cipinang pada Kamis, 19 Oktober 2017 untuk menjalani hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Dia dinyatakan terbukti melakukan korupsi pengadaan Alquran dan laboratorium komputer MTs di Kemenag.

Pemanggilan Fahd sebagai saksi dalam perkara itu seharusnya pada Rabu (22/1) kemarin berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemenag tahun 2011 dengan tersangka Undang Sumantri. Namun Fahd baru menjalani pemeriksaan hari ini.

"Saya senang sekali berarti KPK tidak tebang pilih untuk memproses nama-nama yang saya sebut kemarin diproses. Cukup senang saya dipanggil hari ini, berarti tidak tebang pilih dan saya akan jelaskan terang benderang seperti jelaskan di pengadilan. Tidak ada yang berubah," ucapnya.

Fahd memang cukup vokal menyebut sejumlah nama dalam kasusnya. Salah satu yang cukup sering disebutnya adalah nama Priyo Budi Santoso.

"Sudah saya sebut semua (soal Priyo Budi Santoso). Kalau soal menetapkan itu kewenangan penyidik. Saya sampaikan apa yang saya jalani, semua saya sampaikan ke penyidik. Tidak ada yang ditutupi," kata Fahd.

"Iya itu kan, semua kan, Syamsurachman, Vasco (Vasco Ruseimy), nama-nama pejabat kementerian lain sudah saya sebutkan semua. Tinggal sekarang baru Pak Undang, sekarang tinggal pengusahanya kan," imbuhnya.

Simak Video "Duga Ada Kejanggalan Proyek Revitalisasi Monas, PSI Ngadu ke KPK"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2