Wiranto Lapor Kerja Wantimpres ke Jokowi, Tak Ingin Beri Nasihat Duplikasi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 14:11 WIB
Foto: Ketua Wantimpres, Wiranto (Vino/detikcom)

Mantan Menko Polhukam itu ingin memberikan masukan yang belum sempat terpikirkan oleh Jokowi. Wiranto ingin mendukung Jokowi untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain.

"Presiden kan ingin kita tidak boleh dia berjalan limier, nggak boleh berjalan alon-alon asal kelakon tapi ada lompatan-lompatan sehingga negara ini atau rakyat Indonesia bisa ada akselerasi, sejajar dengan negara maju sehingga beliau juga sudah mencanangkan adanya penguatan SDM ya kemudian juga memperbaiki hal-hal yang menyangkut teknologi, 4.0 dan sebagainya," ujar dia.



Salah satu yang disinggung dalam pertemuan adalah bagaimana menyelesaikan persoalan birokrasi. Selain itu, pertemuan juga membahas mengenai masalah-masalah terkini yang sedang ramai dibahas masyarakat

"Kalau bicara teknis ya barangkali kami juga ingin menemukan sumbatan-sumbatan birokrasi sehingga kebijakan presiden tidak terealisasi di lapangan. Kami juga akan mencoba mencari masalah-masalah aktual terkini yang ada hubungannya dengan kebijakan Presiden itu apa, sehingga dari temuan-temuan tadi itu kami bisa menyampaikan saran dan pertimbangan kepada Presiden," ujar dia.

"Kami juga mempunyai kewajiban untuk menjelaskan ke berbagai kalangan kebijakan yang terdeviasi, kebijakan yang maunya baik tetapi diterima di publik itu sudah ya sudah berbeda sehingga penerimanya jadi negatif. Kami juga tentu punya kewajiban untuk meluruskan itu, meluruskan kebijakan-kebijakan yang diterima salah di kalangan-kalangan itu," tuturnya.



Wiranto lantas mencontohkan kebijakan pemerintah yang keliru dipahami masyarakat antara lain omnibus law dan KPK. Wiranto mengatakan akan mendatangi berbagai elemen masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dari mereka.

"Iya pasti-pasti, omnibus law, KPK ya. Kebijakan lainnya dan untuk itulah kami kemudian melakukan langkah-langkah untuk ke melakukan banyak kunjungan. Kami melakukan satu hubungan yang lebih erat dengan berbagai kalangan, untuk apa? Untuk menjemput informasi untuk mendapatkan satu perkembangan-perkembangan yang mutakhir yang terkini yang datang dari masyarakat. Kami harus bisa mendengarkan aspirasi masyarakat mendengarkan aspirasi publik mendengarkan harapan harapan mereka yang tidak tertangkap oleh Presiden," bebernya.
Halaman

(knv/imk)