Akhir Kisah 'Raja-Ratu' Keraton Agung Sejagat Saat Terbangun dari Mimpi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 09:02 WIB
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Jakarta - Bagai tidur dan terbuai impian indah, Toto Santoso dan Fanni Aminadia akhirnya terjaga. 'Raja-Ratu' ini memohon maaf dan mengaku Keraton Agung Sejagat sebatas khayalan. Halu!

Toto yang mengenakan baju tahanan warna biru tampak lesu dan menundukkan kepalanya saat menyampaikan permintaan maaf. Saat itu, Toto didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Sofyan. "Saya mohon maaf," kata Toto di ruang Dirkrimum Polda Jateng, Semarang, pada Selasa 21 Januari 2020.


Toto juga mengungkapkan soal wangsit sebagai khayalan. Demikian pula Keraton Agung Sejagat yang didirikannya pun fiktif dan tidak ada hubungannya dengan keraton mana pun. Janji-janji manis yang diutarakan Toro dan Fanni kepada ratusan pengikutnya juga palsu.

'Raja' Keraton Agung Sejagat Toto Santoso saat memohon maaf.'Raja' Keraton Agung Sejagat Toto Santoso saat memohon maaf. Foto: Angling Adhitya Purbaya


Toto dan Fanni telah diperiksa kejiwaannya oleh psikolog. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar menyampaikan hasil pemeriksaan psikolog tersebut. Berdasarkan keterangan dari tim psikolog, Toto dinilai sebagai sosok yang penuh dengan imajinasi. "Dari penelusuran mereka, Toto ini tidak lebih pandai dari Fanni. Saudara Toto ini penuh imajinasi, berkhayal tingkat tinggi," kata Iskandar.
Selanjutnya
Halaman
1 2