Kejagung Telusuri Nominal Fee Broker di Kasus Jiwasraya

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 22:28 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menelusuri nominal fee broker di kasus PT Jiwasraya. Kejagung mengaku masih menggali fakta-fakta terkait fee broker tersebut.

"Jadi untuk fee broker masih dalam proses pendalaman. Belum tentu yang disampaikan Rp 54 miliar. Belum kita dalami," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setyono di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020).

"Apakah fee broker tersebut hanya itu (Rp 54 miliar), atau di bawah itu, atau mungkin bisa lebih, masih dalam proses penggalian," sambungnya.


Selain itu, Hari belum memastikan transaksi tersebut dibayarkan secara cash atau transfer. Menurutnya, hal itu akan di dalami bentuk transaksi dan jumlah uangnya.

"Itu masih proses, nanti saya sampaikan kira-kira nilainya berapa, dalam bentuk sahamkah, uang kontan kah atau ditransfer dalam bentuk transaksi," katanya.

Dia mengatakan Kejagung memeriksa 13 saksi terkait korupsi Jiwasraya hari ini. Menurutnya, saksi yang diperiksa berkaitan dengan penelusuran pengelolaan saham milik Eks Direktur Keuangan PT Jiwasraya, Hary Prasetyo.

"Hari ini penyidik tindak pidana korupsi Jampidsus memeriksa 13 orang saksi. 13 Ini saya kelompokkan menjadi 3 kelompok," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2