Dipolisikan, Anggota DPD Arya Wedakarna Bantah Klaim Diri Raja Majapahit

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 20:51 WIB
Foto: dok. FB/Fanpage dr. Arya Wedakarna
Denpasar - Anggota DPD RI dari Bali, I Gusti Ketut Ngurah Arya Wedakarna, dilaporkan ke Polda Bali atas klaim sebagai Raja Majapahit Bali. Dengan adanya pelaporan tersebut AWK, sapaan akrabnya, buka suara dan menyikapi dengan tenang.

"Yang pasti sikap saya biasa saja tetap fokus bekerja, itu hak mereka jadi biasa saja," ujar AWK kepada wartawan saat dihubungi, Selasa (21/1/2020).

Selain itu, AWK juga membantah dengan adanya pelaporan bahwa dirinya pernah mengaku sebagai Raja Majapahit Bali.


"Saya tidak pernah kok mengklaim diri saya sebagai Raja Majapahit Bali," sambung Wedakarna.

Sementara itu, AWK juga memberikan penjelasan terkait garis keturunan dirinya. Dia mengatakan leluhurnya merupakan keturunan Raja Badung.

"Leluhur saya memang Raja Badung ya, dan saya juga bersama masyarakat komunitas Bali yaitu Pasemetonan Agung Nara yang memang kita punya leluhur, leluhur kami adalah Raja Badung pertama yang merupakan keturunan Majapahit. Dan itu tercatat dalam babad (karya sastra peninggalan sejarah bercorak)," kata AWK.




Menurutnya gelar yang dimilikinya merupakan gelar dari masyarakat. AWK menilai dirinya adalah pengayom komunitas di Jawa dan Bali.

"Kalau orang memberikan gelar macam-macam itu ya biasa, itu namanya persahabatan ya kalau orang kasih gelar itu ya. Nggak apa-apa kan, saya juga pengayom dari banyak komunitas di Jawa dan Bali," tegas Wedakarna.

Sebelumnya, kelompok masyarakat Bali yang tergabung dalam Puskor Hindunesia melaporkan AWK ke Polda Bali atas klaim sebagai Raja Majapahit Bali. Polisi akan melakukan pengecekan terhadap bukti-bukti termasuk video pidato AWK yang disebut berisi klaim sebagai Raja Majapahit. Video ini dilampirkan pihak pelapor.

Kita terima pengaduanya, jadi Arya Wedakarna dilaporkan ngaku-ngaku jadi raja terus ada pelecehan kelompok masyarakat," ujar Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci kepada wartawan, Selasa (21/1). (jbr/jbr)