Kemenhub Libatkan Banyak Pihak Cari Titik Tengah soal Tarif Ojol

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 17:35 WIB
Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Ahmad Yani. (Foto: Rahel/detikcom)
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan kajian untuk menetapkan tarif dan status kemitraan jasa ojek online (ojol). Kemenhub akan libatkan banyak pihak mulai dari lintas kementerian hingga YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia).

"Kami akan bahas dulu masukan yang sudah kami peroleh dari teman-teman komunitas. Ini yang terkait adalah terkait kemitraan. Jadi kami akan undang teman-teman KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) kembali, Kemenkominfo, Kemenaker, kemudian juga termasuk UKM ya dari Kementerian Koperasi. Kemudian juga persiapan terkait dengan tarif. YLKI akan kami libatkan," kata Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Ahmad Yani, di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).



Yani mengatakan akan melakukan kajian tersebut pada Jumat (24/1) besok. Menurut Yani, hasil kajian tersebut akan menentukan perkiraan angka untuk tarif ojol.

"Apakah angka itu disetujui oleh teman-teman YLKI, kan belum tentu. Masyarakat kan juga belum tentu setuju. Artinya kami (Kemenhub) cari titik tengahnya," ucap Yani.

Yani mengatakan melalui kajian tersebut akan diketahui apakah tarif ojol akan naik atau turun. Dia menegaskan kebijakan perubahan tarif akan diumumkan dalam waktu dekat.



"Kalau sudah saya sampaikan Pak Menteri, Jumat lah taruhlah kita selesaikan (kajian), kemudian Senin itu sudah bisa difinalisasi, kemudian kebijakan ditentukan Pak Menteri," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2