Amarah Rommy Dikerjai Sepupu Kini Dapat 'Stempel' dari Hakim

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 12:19 WIB
Romahurmuziy usai mendengarkan vonis hukuman 2 tahun penjara untuknya (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Romahurmuziy pada akhirnya divonis 2 tahun penjara. Mantan Ketua Umum PPP itu belum bersikap untuk menerima atau mengajukan perlawanan atas putusan itu.

Namun ada satu hal yang mengganjal dalam pertimbangan putusan Rommy--panggilan karibnya--mengenai jumlah uang suap yang diterimanya. Seperti apa rinciannya?

Dalam tuntutan, jaksa KPK meyakini Rommy menerima total suap Rp 346.400.000 yang berasal dari 2 orang yaitu Haris Hasanudin dan M Muafaq Wirahadi. Kepentingan Haris memberikan suap adalah untuk mendapatkan jabatan sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim), sedangkan Muafaq untuk mendapatkan jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.


Majelis hakim menyebut Rommy berkongkalikong dengan Lukman Hakim Saifuddin saat aktif sebagai Menteri Agama (Menag) untuk mengurus kepentingan Haris dan Muafaq itu. Keyakinan majelis bersandar pula pada bukti percakapan antara Lukman dengan Gugus Joko Waskito yang merupakan stafnya.

"Majelis hakim berkesimpulan bahwa baik terdakwa maupun Lukman Hakim mengetahui dan menghendaki dilakukannya perbuatan dan masing-masing dari mereka menyadari tentang perbuatan yang dilakukan tersebut adalah perbuatan yang dilarang, akan tetapi mereka tetap melakukan perbuatan tersebut serta saling membagi peran satu dengan lainnya sehingga mewujudkan sempurnanya delik. Oleh karena itu perbuatan terdakwa masuk dalam klasifikasi turut serta melakukan," ujar hakim anggota Rianto Adam Pontoh membacakan pertimbangan hukum dalam sidang pembacaan putusan untuk Rommy pada Senin (20/1) kemarin.

Atas hal itu majelis hakim meyakini Lukman turut menerima Rp 70 juta dari Haris. Namun dalam perkara ini Lukman masih berstatus saksi di KPK.


Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4