Round-Up

Poin-poin Dalam Putusan Korupsi Romahurmuziy

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 07:55 WIB
Foto: Ari Saputra


4. Rommy 'Dimanfaatkan' Sepupu

Dalam tuntutan, Rommy didakwa menerima uang Rp 255 dari Haris dan Rp 91,4 juta dari Muafaq. Namun ternyata menurut hakim ada sebagian pemberian dari Haris dan Muafaq yang tidak dinikmati Rommy.

Dari 255 juta dari Haris yang disebutkan jaksa, menurut hakim, ada Rp 5 juta yang tidak dinikmati Rommy.

"Menimbang terhadap penerimaan uang Rp 5 juta tidak ada fakta menerima uang maka tidak adil apabila diminta pertanggungjawaban tersebut," kata hakim.

Sedangkan dari Rp 91,4 juta dari Muafaq, hakim menyebut sebesar Rp 41,4 juta dinikmati 2 sepupu Rommy bernama Abdul Wahab dan Abdul Rohim. Mereka disebut hakim 'memanfaatkan' nama Rommy demi mendapatkan uang dari Muafaq.

"Terdakwa dimanfaatkan saudara sepupunya, Abdul Wahab dan Abdul Rohim, dengan meminta uang kepada Muafaq Wirahadi untuk kepentingan pencalonan DPRD Gresik dari PPP tanpa sepengetahuan terdakwa," kata hakim.

"Uang melalui Abdul Wahab tidak pernah dinikmati terdakwa lalu digunakan Abdul Wahab, maka tidak adil pula dimintai pertanggungjawaban." imbuh hakim.



5. Duit di Laci Lukman Dikembalikan

Dalam proses penyidikan KPK sempat menyita uang dari laci meja kerja Lukman semasa aktif sebagai Menag. Hakim menilai uang itu tidak terkait dengan perkara ini.

"Majelis hakim mempertimbangkan bahwa selama proses pemeriksaan persidangan tidak ada fakta uang tersebut ada hubungan perbuataan terdakwa dalam perkara ini," kata hakim.

"Maka uang tersebut harus dikembalikan dari mana disita kepada Lukman Hakim Saifuddin," imbuh hakim.

Berikut uang yang ditemukan KPK di ruang kerja:
- Satu buah tas tangan warna hitam dengan emboss Toyota, yang di dalamnya terdapat uang senilai USD 30.000, terdiri dari uang pecahan USD 100 sebanyak 300 lembar.
- Satu buah amplop cokelat dengan tulisan "SAPA PENYULUH AGAMA KANWIL KEMENAG PROV DKI JKT" yang di dalamnya terdapat uang senilai Rp 70.000.000
- Uang pecahan Rp 100.000, sebanyak 688 lembar dan uang pecahan Rp 50.000 sebanyak 24 lembar.
- Satu buah amplop cokelat dengan tulisan "DKI" yang di dalamnya terdapat uang senilai Rp 30.000.000, yang terdiri dari uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 300 lembar.
- Satu buah amplop coklat yang di dalamnya terdapat uang senilai Rp 59.700.000, yang terdiri dari uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 597 lembar.
- Satu buah amplop cokelat yang di dalamnya terdapat uang senilai Rp 30.000.000, yang terdiri dari uang pecahan Rp 100.000, sebanyak 300 lembar.



6. Rommy dan Jaksa Belum Tentukan Sikap

Mendengar vonis itu Rommy belum memutuskan sikapnya. Dia mengaku akan berdiskusi dulu dengan keluarganya.

"Kami perlu diskusi dengan keluarga. Pikir-pikir dulu yang mulia," kata Rommy usai sidang.

Atas vonis itu, jaksa juga masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding perkara ini. Jaksa menyebut perlu berdiskusi dengan pimpinan KPK.

"Atas putusan ini kita masih akan tetap konsultasikan pada pimpinan kita, karena itu tadi kita sampaikan bahwa kita masih melakukan pikir-pikir," kata jaksa KPK Wawan.
(dhn/zap)