Jasad ABK Asal Enrekang Dibuang ke Laut, Ini yang Dilakukan PJTKI

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 23:05 WIB
Foto: Meninggal saat berlayar, jasad ABK asal Enrekang dibuang ke laut (dok. Istimewa)
Jakarta - Muh Alfatah (20), seorang anak buah kapal (ABK) asal Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) meninggal saat berlayar. Jasadnya lalu dibuang di laut lepas karena kapten kapal yang mengangkut takut krunya terserang penyakit menular.

Perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) akan memperjuangkan hak-hak Alfatah. PJTKI berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk membantu hak-hak Alfatah.

"Ya. Tapi kami ada di Bekasi. Tapi karena anak ini pernah mendaftar di kita, kita dapat informasi, kita koordinasi dengan Kemlu kita akan bantu hak-hak dia. Kita bantu komunikasi ke luar negeri. Kalau BPJS-nya sudah dibereskan BNP2TKI," kata pimpinan PT Alfira Perdana Jaya (APJ), Parlintongan, saat dihubungi, Senin (20/1/2020).

Dia menjelaskan PT APJ bukan perusahaan yang menyalurkan Alfatah ke Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). Parlintongan mengatakan Alfatah bekerja di luar negeri menjadi TKI secara mandiri.


"Jadi si Alfatah ini pernah mendaftar ke kami, namun karena memang proses di kami terlambat maka mereka berangkat secara mandiri, namun resmi juga. Maka di BNP2TKI itu tercatatnya TKI mandiri. Namun karena yang mengetahui dan mengenal agensinya itu staf saya, maka kami membantu dia untuk menyelesaikan hak-hak dia. Kami siap membantu," jelasnya.

Dia mengatakan pihaknya bersedia membantu atas alasan kemanusiaan. Dia mengatakan saat ini untuk asuransi dari dalam negeri sudah beres.

PT APJ bersama Kemlu akan memastikan asuransi Alfatah dipenuhi dari perusahaan tempatnya bekerja. Diketahui Alfatah bekerja di kapal perikanan sebagai ABK.


"Sudah direspons (perusahaan tempat Alfatah bekerja). Cuma kita tidak mau begitu saja. Yang kita mau kapan itu keluar, berapa nilai asuransinya, biar itu dikirim ke keluarganya, biar keluarganya tenang. Karena pengiriman dari laur negeri itu tidak boleh ke pihak lain kecuali ke Kemlu atau ahli waris langsung," ujarnya.

Sebelumnya, Alfatah dikabarkan meninggal saat berlayar. Namun jenazah Alfatah tidak dapat dibawa pulang ke kampung halamannya alias dibuang ke laut.

Selanjutnya
Halaman
1 2