Periksa 2 Saksi, Kejagung Bangun Konstruksi Hukum Kasus Jiwasraya

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 21:54 WIB
Hari Setiyono (Wilda/detikcom)
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Kejagung menyebut pihaknya masih membangun konstruksi hukum kasus tersebut.

"Kita masih membangun konstruksi, mudah-mudahan, kan masih pemeriksaan saksi," ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada wartawan di gedung Bundar Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (20/1/2020).


Hari mengatakan konstriksi hukum ini dilakukan secara utuh sesuai dengan Undang-Undang (UU) Tipikor.

"Konstruksi hukum tentu sesuai dengan pasal yang disangkakan, yaitu Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor, artinya membangun konstruksi hukum secara utuh. Sebagaimana perbuatan yang diduga melanggar hukum yaitu, fee broker, pembelian saham yang tidak likuid dan pembelian reksadana," ujar Hari.


Kejagung hari ini kembali memeriksa 2 saksi terkait kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Kedua saksi tersebut adalah Komisaris PT Strategic Management Services Danny Boestami dan karyawan PT Asuransi Jiwasraya Agustin Widi Hastuti.

Diketahui Dalam kasus Jiwasraya ini, Kejagung sudah menetapkan 5 tersangka. Mereka adalah:

1. Komisaris PT Hanson, Benny Tjokrosputro
2. Eks Direktur Keuangan PT Jiwasraya, Hary Prasetyo
3. Presiden Komisaris PT Tram, Heru Hidayat
4. Eks Dirut Jiwasraya, Hendrisman Rahim
5. Eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan

Sebelumnya, Kejagung menegaskan mengantongi alat bukti terkait sangkaan korupsi ini. Kelima tersangka sudah ditahan.

"Telah dilakukan penahanan terhadap 5 orang tersangka sejak hari ini sampai 20 hari ke depan," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Adi Toegarisman kepada wartawan di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (14/1). (dwia/idn)